12 Oktober 2026

Airlangga Resmikan Pabrik Tiang Pancang Rp710 Miliar di KEK Kendal

Pabrik baru di Kendal mulai beroperasi, menjanjikan pasokan tiang pancang lokal untuk infrastruktur sekaligus 400 lapangan kerja baru.

HS Heru ST Pengelola Rubrik
12 Oktober 2026, 13:15 WIB 2 menit baca 15 pembaca
Airlangga Resmikan Pabrik Tiang Pancang Rp710 Miliar di KEK Kendal
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani prasasti peresmian operasional pabrik PT HSG Material Indonesia di Semarang, 10 Oktober 2026. (ANTARA)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan operasional pabrik PT HSG Material Indonesia di KEK Kendal, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Fasilitas senilai Rp710 miliar itu memproduksi tiang pancang pipa dan persegi prefabrikasi serta beton pracetak.

Peresmian berlangsung di Semarang. Pabrik menargetkan kapasitas penjualan tahunan tiga juta meter tiang pancang beton dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai. Investasi ini diproyeksikan menyerap hingga 400 tenaga kerja.

Airlangga menempatkan kehadiran pabrik sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah. “Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” katanya.

Dari Groundbreaking ke Produksi

Pembangunan dimulai dengan groundbreaking pada 27 April 2025. Saat itu, perusahaan anak usaha Fujian Hongsheng Material Technology dari Tiongkok, menargetkan selesai konstruksi pada kuartal pertama 2026. Pada tahap awal, mereka memperkirakan menyerap sekitar 250 pekerja sebelum naik menjadi 400.

Produksi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka peluang ekspor ke Asia Tenggara. Pasar material konstruksi di kawasan itu tercatat mencapai USD682 juta pada 2025. Kehadiran pabrik juga sejalan dengan inisiatif Dua Negara, Taman Kembar (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok, yang mendorong transfer teknologi serta integrasi rantai pasok.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menekankan pentingnya realisasi komitmen investasi. “Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pasokan Lokal untuk Infrastruktur

KEK Kendal sendiri berkembang dari Kawasan Industri Kendal yang diresmikan pada 2016 dalam kerja sama Indonesia-Singapura, lalu memperoleh status kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Kawasan ini telah menarik puluhan hingga ratusan triliun rupiah komitmen investasi dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Dengan pabrik baru, kontraktor jalan, kawasan industri, dan program perumahan diharapkan memperoleh pasokan tiang pancang lokal yang lebih cepat. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada komponen pracetak impor. Pengelola KEK Kendal sebelumnya menyambut baik komitmen perusahaan, melihatnya sebagai penambah nilai bagi ekosistem manufaktur di Jawa Tengah.

Peresmian pabrik terjadi di tengah rencana perlindungan Pantai Utara Jawa yang mengombinasikan tanggul keras dan solusi berbasis alam. Namun, kebutuhan material untuk jalan tol, kawasan industri, dan proyek konstruksi lain tetap tinggi. Kapasitas produksi HSG Material Indonesia diharapkan mengisi celah tersebut.

“Kami yakin, dengan produk berkualitas HSG, kami dapat berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata He Bao Ping, Chairman Fujian Hongsheng Group, saat groundbreaking tahun lalu.***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.