SANY Kirim Ratusan Unit Listrik, Site Kita Siap Cas?
Satu bulan, 200 truk haul dan 403 loader listrik. Di pit Indonesia, soalnya bukan mesinnya lagi, siapa jaga baterainya?
SANY mengirim ratusan alat berat listrik dalam sebulan. Pertanyaannya justru bukan di pabrik China.
Pada Agustus 2026, SANY mengumumkan lewat LinkedIn bahwa 200 truk dump listrik dan 403 wheel loader listrik meninggalkan pabriknya di China. Totalnya 603 unit. Itu belum menghitung excavator listrik, reach stacker, truk semi, dan haul truck tanpa kabin.
Judul Electrek sempat menulis 600 wheel loader. Isi berita itu, plus The Driven dan VOI, tetap memakai angka LinkedIn: 403. SANY tidak merinci model, pembeli, atau negara tujuan batch tersebut.
Angka sebulan itu yang mengubah nada di lapangan. Mesin listrik bukan lagi poster pameran. Yang tertinggal adalah daya, tukar baterai, dan suku cadang di site yang jauh dari pelabuhan.
Dari dua unit uji coba ke ratusan unit sebulan
SANY bukan pendatang baru. Perusahaan ini membesarkan excavator, pompa beton, crane, loader, dan truk. Sejak sekitar 2021 mereka memperluas truk listrik. Laporan perusahaan mencatat penjualan produk energi baru 2025 mencapai RMB 8,64 miliar, naik 115 persen.
Semester I-2026, pendapatan SANY Heavy Industry sekitar USD 7,89 miliar, naik 19,49 persen. Pendapatan luar negeri USD 4,724 miliar, atau 61,33 persen dari bisnis inti. Asia dan Australia menyumbang USD 1,981 miliar.
Jadi pengiriman Agustus bukan eksperimen. Sepanjang 2026 SANY sudah mengekspor truk listrik ke Eropa, Vietnam, Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Indonesia.
Di Indonesia jejaknya lebih tua dari pos LinkedIn itu. Akhir 2025, PT Saptaindra Sejati menguji dua unit truk SE588 di site tambang. Bobot kombinasi kotor mencapai 220 ton. Mei 2026, SIS menerima 15 unit SE588 plus truk wide-body SKT130S di Changsha, dengan rencana mendekati 100 unit.
Jhonlin sudah lebih dulu memakai 30 truk listrik SANY 350 kWh dengan sistem tukar baterai. Testimoni di situs SANY Truck menyebut operasi lebih dari 180 hari, 300 kilometer per hari, 24 trip, dan ketersediaan 100 persen. Juli 2026, PT Jhonlin Baratama menerima dua excavator tambang listrik SY3000E di Batulicin: berat operasi sekitar 292 ton, bucket 15 meter kubik.
SANY Festival Karawang pada Februari 2025 sudah memperlihatkan excavator dan wheel loader listrik yang beroperasi di smelter nikel Morowali dan Weda Bay. Minggu ini, 9–12 September 2026, SANY Indonesia kembali tampil di Mining Indonesia, JIExpo Kemayoran.
Baterainya sebesar lemari, bukan aki mobil
Pos Agustus tidak menyebut tipe mesin. Lini yang sudah beredar memberi gambaran ukuran energi yang dibawa ke pit.
Wheel loader SW956E kelas sekitar 20 ton memakai baterai CATL 282 kWh atau 350 kWh. Tenaga puncak 240 kW, torsi puncak 2.800 Nm, klaim runtime 6–10 jam. Thailand sempat menerima 40 unit SW970E plus pesanan 50 unit SW956E.
Truk haul SKT90E mengangkut sekitar 60 ton, dengan opsi baterai 350, 422, atau 525 kWh. SKT105E mengangkut sekitar 72 ton, opsi 423, 564, atau 642 kWh. SE588 yang dipakai SIS membawa paket 588 kWh: tukar baterai sekitar lima menit, cas dual-gun 20–80 persen sekitar 55 menit, jarak klaim hingga 445 kilometer.
Excavator SY375E memakai paket CATL 550 kWh yang bisa ditukar, dikutip sekitar 18 menit. Paket yang sama dirancang lintas mesin. SY3000E kelas 300 ton sudah ada di Kalimantan Selatan.
Satu kWh adalah satuan energi listrik. Paket 350–588 kWh setara ratusan kali baterai mobil penumpang. Itu sebabnya cas biasa memakan puluhan menit, sedangkan stasiun tukar baterai, alat yang mencopot paket kosong dan memasang paket penuh, menjadi jualannya SANY.
Stasiun modular itu diklaim menyelesaikan siklus tukar sekitar lima menit. Versi prafabrikasi diklaim siap operasi dalam sekitar 90 menit. Afrika Selatan menguji konsep serupa di koridor N3, target akhir 2026.
SANY juga mendorong haul otonom. SKT110Ei dikirim ke Amerika Selatan pada Agustus. SKT145Ei tanpa kabin dipamerkan di Xi’an pada Juli, dengan tiga mode: manual di lapangan, kendali jarak jauh, dan penuh otonom. Kerja sama Pony.ai menargetkan 100.000 truk semi otonom listrik pada 2030.
Yang belum terbuktikan justru yang paling mahal di site
Volume sebulan itu membuktikan pabrik dan rantai baterai CATL/LFP ukuran 350–642 kWh sudah produksi massal. Indonesia sudah jadi referensi operasi: SIS, Jhonlin, smelter nikel. Model bisnisnya menumpuk mesin, stasiun tukar, dan layanan sepanjang usia alat, bukan sekadar jual unit.
Yang belum terbuktikan dari batch Agustus: berapa yang masuk Indonesia, siapa pembelinya, dan apakah 200 dump truck itu SKT90E, SKT105E, SE588, atau campuran truk jalan raya.
Di pit terpencil, lima soal itu yang menekan kontraktor.
Pertama, daya. Paket 350–588 kWh butuh feeder site yang stabil. Cas dual-gun 20–80 persen tetap memakan puluhan menit. Genset diesel yang menyuplai alat listrik hanya memindahkan cerobong.
Kedua, pilih tukar atau cas. Tukar lima menit unggul untuk haul 24 jam. Syaratnya stok paket cadangan, stasiun, dan standar paket yang sama antar model.
Ketiga, suku cadang dan teknisi tegangan tinggi. Site Kalimantan atau Maluku bukan Changsha. Antrian berikutnya ada di bengkel, bukan di katalog.
Keempat, biaya kepemilikan. SANY mengklaim hemat energi 40–90 persen dibanding solar dan perawatan lebih rendah. Angka itu baru ketahuan setelah dihitung tarif listrik site, usia siklus baterai, dan ongkos stasiun tukar.
Kelima, regulasi. Volume impor sebesar ini menekan pertanyaan kandungan lokal, sertifikasi, dan standar keselamatan baterai di pit.
Lincoln Liang, Direktur SANY Group dan Chairman SANY TRUCK, berkata saat serah terima ke pelanggan Indonesia pada Mei 2026: kerja sama China–Indonesia dan rantai industri energi baru dipakai untuk membangun “tolok ukur tambang nol karbon.” Michael Yue, GM pasar luar negeri divisi truk listrik, berkata kepada CNBC pada Juni 2026 bahwa tantangan terbesar banyak negara adalah infrastruktur listrik yang tertinggal dari China.
Pos LinkedIn Agustus lebih lembut: rentang produk listrik tumbuh karena pelanggan mencari cara menekan emisi, sementara opsi diesel tetap dijual.
Jo Borrás di Electrek menyebut pengiriman sebulan itu sebagai bukti bergulir. Itu opini jurnalis, bukan audit lapangan.
Sumber primernya tetap sebuah unggahan LinkedIn, bukan daftar muatan kapal. Tiga gelombang 2026 jangan digabung: 15 unit ke SIS pada Mei, 800-an traktor listrik pada Juni, dan 200 plus 403 pada Agustus.
Kalau volume sebulan seperti itu menjadi biasa, dan jika mesinnya sudah datang dari China. Di pit kita, siapa yang jaga cas, tukar baterai, dan suku cadangnya?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.