NIO Pecahkan Rekor 1,19 Juta Penukaran Baterai dalam Seminggu
Jaringan stasiun penukaran baterai NIO menyelesaikan lebih dari 1,19 juta layanan selama libur National Day, dengan rekor harian hampir 184 ribu kali.
Di puncak libur National Day Tiongkok, stasiun penukaran baterai milik NIO bekerja tanpa henti. Dari 1 hingga 7 Oktober 2026, 4.168 stasiun di seluruh negeri menyelesaikan 1.192.221 penukaran baterai. Rata-rata harian naik 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut laporan holiday charging and battery swap yang dirilis perusahaan pada 9 Oktober.
Angka itu bukan sekadar volume. Pada 5 Oktober, saat arus mudik pulang memuncak, NIO mencatat 183.664 penukaran dalam sehari. Rekor sebelumnya yang tercipta pada 1 Oktober, sebesar 183.469, langsung terpecahkan. Di puncak beban itu, rata-rata satu kendaraan selesai menukar baterai setiap 0,47 detik.
Termasuk layanan pengisian daya, total layanan yang diberikan jaringan NIO mencapai 2.071.582 kali, naik 20,5 persen secara rata-rata harian. Data mencakup tiga merek: Nio, Onvo, dan Firefly.
Beban di Jalur Tol
Sebagian besar tekanan datang dari perjalanan jarak jauh. Fasilitas di jalur tol menyalurkan lebih dari 24,83 juta kilowatt-jam listrik, naik 30,8 persen dibanding tahun lalu, dan menyumbang 13,7 persen dari total nasional di jalan bebas hambatan. Stasiun penukaran di jalur tol menghemat lebih dari 309.124 jam waktu tunggu pengguna.
Sebanyak 203.581 pengguna mengandalkan penukaran baterai sepenuhnya selama liburan. Sementara itu, 197.684 orang menempuh lebih dari 1.000 kilometer, dan 127.542 lainnya menempuh lebih dari 500 kilometer dalam satu hari. Total jarak tempuh pengguna ketiga merek melampaui 714 juta kilometer.
Stasiun tersibuk berada di area servis Rizhao di jalan tol G15 Shenyang–Haikou, Shandong, dengan puncak 211 penukaran dalam sehari. NIO sendiri menyatakan bahwa untuk mengemudi jarak jauh, menukar baterai adalah pilihan utama.
Perbandingan dengan jaringan pengisian cepat BYD pada periode yang sama menunjukkan stasiun NIO rata-rata melayani sekitar 44 sesi per hari pada puncak, sementara stasiun Flash Charging BYD rata-rata 15,5 sesi. Perbedaan ini terjadi karena jaringan NIO bersifat eksklusif untuk mereknya sendiri.
Kesenjangan di Indonesia
Sementara Tiongkok membuktikan penukaran baterai bisa beroperasi dalam skala massal, kondisi di Indonesia masih jauh berbeda. Jaringan tukar baterai motor listrik terbatas pada merek tertentu seperti Volta melalui Stasiun Ganti Baterai dan Smoot melalui layanan SWAP. Alva lebih memilih jalur pengisian daya dan skema sewa baterai.
Pengalaman lapangan menunjukkan antrean masih menjadi masalah. Rahman, pengguna Alva N3 Next Gen di Tangerang Selatan sejak Mei 2026, mengatakan antrean di titik pengisian cukup banyak, terutama dari pengemudi ojek daring. Meski sudah ada fasilitas pengisian cepat, waktu tunggu tetap sekitar 20 hingga 30 menit.
PLN telah memulai proyek percontohan penukaran baterai di Klungkung, Bali, yang ditargetkan beroperasi Oktober 2026 untuk kendaraan operasional. Namun densitasnya masih jauh dari skala yang dibutuhkan armada proyek atau logistik ringan di luar kota.
Bagi kontraktor dan operator armada yang mengandalkan motor listrik untuk inspeksi, selisih waktu antara pengisian daya dan penukaran baterai tiga hingga lima menit seperti di jaringan NIO menjadi persoalan operasional nyata. Downtime yang lebih panjang langsung memengaruhi produktivitas di lapangan.
Capaian NIO menunjukkan bahwa penukaran baterai, jika dibangun dengan densitas dan standar yang konsisten, mampu menyaingi pengisian bahan bakar konvensional pada periode beban tertinggi. Di Indonesia, pertanyaan yang masih terbuka adalah apakah perluasan stasiun pengisian daya atau investasi stasiun penukaran yang lebih terintegrasi yang lebih masuk akal untuk kebutuhan armada di luar kota.
“Bukan susah untuk mengisi daya, tetapi antreannya sudah cukup banyak,” kata Rahman kepada Kompas.com.***
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.