20 September 2026

Bagaimana Hybrid Bisa Hemat Solar 30% di Tambang Bavaria?

Klaim resmi cuma 15-20 persen, tapi di pit Clariant angka lapangan tembus 30 persen. Apa rahasianya?

HS Heru ST Pengelola Rubrik
23 Agustus 2026, 13:00 WIB 3 menit baca 94 pembaca
Bagaimana Hybrid Bisa Hemat Solar 30% di Tambang Bavaria?
Volvo EC400 Hybrid sedang melakukan stripping overburden di pit bentonite Clariant, Bavaria. (Highways Today)

Di pit Clariant, Bavaria, excavator hybrid menggantikan mesin biasa dan langsung potong konsumsi solar hampir sepertiga. Angka itu jauh melampaui klaim pabrik. Bagaimana caranya?

Clariant menambang bentonite di beberapa pit terbuka sekitar Mainburg, Moosburg, dan Landshut. Seam-nya tipis, sering cuma satu-dua meter. Jadi pekerjaan utama justru mengangkat overburden tanah dan batuan di atasnya sebelum mineral bisa diambil.

Siklus yang Berulang Jadi Mesin Penghemat

Volvo EC400 Hybrid (berat operasi 39,4–41,6 ton, tenaga 253 kW) menggantikan EC380E konvensional. Mesin ini khusus mengerjakan stripping overburden: gali, ayun, muat, kembali, berulang sepanjang shift.

Teknologi hybrid hidroliknya sederhana. Saat boom turun, accumulator menangkap tekanan oli yang biasanya hilang jadi panas. Energi itu lalu dipakai membantu boom naik yang butuh daya besar. Semakin sering gerakan naik-turun, semakin banyak energi yang dipulihkan.

Hasilnya: konsumsi diesel turun sekitar 30 persen dibanding mesin lama. Highways Today melaporkan temuan ini pada 22 Agustus 2026, setelah Mining Magazine memberitakan hasil serupa dua minggu sebelumnya.

Klaim Resmi Versus Angka Lapangan

Volvo sendiri mengklaim hybrid generasi baru (dari EC260 sampai EC500) bisa hemat hingga 20 persen efisiensi bahan bakar dan 15 persen emisi CO₂ pada aplikasi digging-dumping. Beberapa brosur menyebut 17 persen.

Angka 30 persen di Bavaria muncul karena duty cycle-nya sangat pas. Gerakan boom berulang terus-menerus memberi banyak kesempatan recovery energi. Highways Today mengingatkan: hasil ini tidak universal. Kerja yang jarang atau bervariasi kemungkinan besar tidak mencapai angka sama.

Christian Gammel, Team Leader Technology Clariant, menegaskan alasan pemilihan mesin ini. “The EC400 Hybrid was particularly interesting to us, especially in the current climate of rising diesel prices. Fuel consumption is always a major consideration In day-to-day operation, we’ve seen that we made the right choice, with the machine delivering significant cost savings.”

Bukan Cuma Hemat, Tapi Juga Lincah Pindah Pit

Operasi Clariant tersebar di beberapa pit kecil. Tim harus cepat pindah sesuai kualitas material dan cuaca. Lebar transport 3,50 meter dan counterweight yang bisa dilepas hidrolik memudahkan relokasi tanpa ribet izin angkut.

Mesin ini bekerja berpasangan dengan lima unit Volvo A40 articulated hauler. Jörg Tscharke, Operations Manager Clariant, menjelaskan kebutuhan fleksibilitas itu. “We have small teams working across different pits so we need to be flexible and able to move equipment quickly to work wherever conditions are most favorable.”

Apa Artinya Buat Indonesia?

Proyek infrastruktur dan tambang di Indonesia banyak yang boros solar karena siklus stripping atau earthmoving berulang. Harga BBM yang naik-turun membuat biaya operasional sulit diprediksi.

Hybrid bukan sekadar label hijau di brosur. Di aplikasi yang tepat, ia bisa jadi penyeimbang nyata. Tapi return on investment tetap harus dihitung dari duty cycle aktual, utilisasi, dan dukungan servis bukan dari angka satu situs saja.

Sejong Ko, Product Manager Large Excavators Volvo CE, pernah bilang hybrid dirancang untuk menekan konsumsi bahan bakar dan emisi tanpa mengorbankan kinerja. Di Bavaria, janji itu terbukti melebihi ekspektasi.

Apakah operator tambang dan kontraktor di Indonesia sudah mulai menghitung ulang armada mereka dengan kacamata yang sama?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.