Kenapa Raksasa Rental Crane Eropa Kini Andalkan XCMG?
Operator kelas atas Eropa pilih crane China untuk armada utama. Apa yang berubah?
Sarens, salah satu operator rental crane terbesar dunia, baru saja mengumumkan pembaruan armada besar-besaran. Yang mengejutkan: mereka memilih XCMG, produsen China, sebagai pemasok utama.
Bukan sekadar unit tambahan. Ini pembelian massal yang mencakup crane crawler 400 sampai 1.300 ton, truck crane, forklift, hingga manlift. Semuanya dari XCMG. Keputusan ini datang dari perusahaan Belgia yang sudah hampir 75 tahun beroperasi di 65 negara dan dikenal sangat ketat memilih peralatan. Pengumuman itu dilaporkan Engineering News pada 20 Agustus 2026.
Dari Murah Menjadi Bankable
Selama bertahun-tahun, merek China sering dianggap hanya unggul di harga. Sekarang Sarens membuktikan sebaliknya.
Kerja sama keduanya dimulai di bauma 2025 di Jerman. Kemudian pada Maret 2026 mereka menandatangani kontrak pembelian massal sekaligus rencana riset dan pengembangan bersama. Fokusnya mencakup pengembangan produk, aplikasi lapangan, teknologi cerdas, dan layanan sepanjang usia mesin.
Wim Sarens, CEO Sarens NV, mengatakan saat festival pelanggan XCMG, “Kami kini memakai peralatan XCMG di lebih dari 20 negara dan sangat puas dengan kualitas serta keandalannya. Crane mereka sudah terbukti di proyek-proyek yang menuntut.”
Pernyataan itu dikutip dari rilis XCMG tanggal 2 Juli 2026.
Crane 1.300 Ton yang Bawa AI dan Hemat BBM
Unit andalan yang sudah dalam perjalanan ke Afrika Selatan adalah XLC18000M. Kapasitas angkatnya 1.300 ton, momen beban puncak 18.000 ton-meter, dan tinggi angkat hingga 198 meter plus jib 8 meter.
Crane beroda rantai ini dilengkapi sistem penggerak ganda, AI operasional yang mencegah ayunan hook, mengontrol pusat gravitasi, serta memberi peringatan tekanan tanah. Teknologi Global Power Control-nya mengklaim menghemat bahan bakar 10–15 persen. Waktu rakit dan bongkar hanya 2–3 hari, sekitar setengah dari crane sekelasnya.
Setelah dipasang di wind farm dekat Cape Town untuk memasang 24 turbin, unit ini akan dipakai di proyek petrokimia dan tambang di Afrika. Tim Biesemans, Direktur Regional Southern Africa Sarens, menilai penambahan ini sebagai langkah penting. “Kami bisa melayani kebutuhan klien apa pun, berapa pun skalanya,” katanya seperti dikutip Engineering News pada 18 Juni 2026.
Selain itu, Sarens juga mendatangkan crane all terrain XCA260H, XCA160H, XCA100H, truck-mounted QY85KH, rough terrain XCR55LSH dan XCR90, plus forklift, telehandler, dan manlift. Semua dari XCMG.
Apa Artinya bagi Indonesia?
Bagi pasar Indonesia, langkah Sarens menjadi sinyal kuat. Operator rental skala besar di Eropa sudah memasukkan XCMG ke armada utama mereka. Bukan lagi karena murah, melainkan karena teknologi, keandalan, dan dukungan layanan.
Sarens sendiri menyatakan pembelian ini menjawab kesepakatan strategis jangka panjang. Mereka ingin menambah mesin sekaligus memasukkan teknologi cerdas seperti AI operasional dan sistem hemat bahan bakar. Tujuannya agar bisa merespons kebutuhan infrastruktur global dan Afrika Selatan dengan percaya diri.
XCMG sendiri menyebut pergeseran ini sebagai langkah dari sekadar mengekspor mesin menuju solusi lifting terintegrasi. Mereka ingin memenangkan kepercayaan di pasar premium melalui inovasi, manufaktur cerdas, dan kemampuan layanan global.
Apakah pelaku industri lifting di Indonesia sudah siap melihat merek China bukan lagi sekadar alternatif murah, melainkan sebagai opsi yang layak diandalkan di proyek-proyek besar?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.