Bagaimana Rumah Syukur Shiddiqiyyah Bisa Dicor Tanpa Truk Mixer?
Mereka tidak menunggu beton dari kota. Satu mesin memuat, menimbang, mengaduk, lalu menuang sendiri di lokasi, spek AIMIX AS-3.5 ternyata lebih lengkap dari mixer biasa.
Program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Setiap tahun DHIBRA dan OPSHID membangun puluhan hingga ratusan rumah tipe 36 secara swadaya. Satu unit bisa selesai dari peletakan batu sampai serah kunci dalam 2–3 minggu.
Kecepatan itu tidak datang dari jumlah relawan semata. Mereka memakai mixer self-loading AIMIX AS-3.5. Mesin ini memuat material sendiri, menimbang, mengaduk, lalu menuang beton langsung di titik cor.
Satu Mesin yang Tidak Perlu Teman Kerja
Mixer self-loading artinya mesin yang bisa memuat sendiri pasir dan semen, menimbang, mengaduk, lalu menuang beton di lokasi. Tidak perlu loader terpisah. Tidak perlu menunggu truk mixer dari kota.
AIMIX AS-3.5 memakai mesin diesel Yuchai 91 kW turbo. Tenaga ini cukup untuk jalan sempit, lahan tidak rata, atau lokasi jauh dari pabrik beton. Kecepatan maksimal 30 km/jam, kemampuan tanjakan 30 derajat, dan jarak dari tanah 380 mm. Satu operator di kabin menyelesaikan seluruh siklus.
Kapasitasnya sekitar 14 meter kubik per jam. Untuk rumah tipe 36, angka itu lebih dari cukup.
Takaran yang Tidak Boleh Asal Jadi
Yang membedakan AIMIX dari mixer biasa adalah sistem penimbangannya. Layar sentuh Android 13,5 inci menampilkan berat material secara langsung. Operator mengatur target dari kabin.
Sistem ini memakai sensor di lengan bucket, sensor sudut kendaraan, dan kompensasi tekanan oli. Kesalahan penimbangan hanya sekitar 2 persen. Jika material berlebih, mesin otomatis menurunkan isinya. Tidak perlu operator turun dan membuang secara manual.
Hasilnya, takaran semen, pasir, dan kerikil lebih konsisten. Beton yang dicor tetap seragam.
Bucket-nya juga lebih tahan. Bagian bawah dan sisi dilapisi baja tebal plus gerigi yang kuat. Banyak mixer lain hanya memakai lapisan tipis dan gerigi kecil yang cepat aus.
Drum Enam Pisau, Bukan Empat
Drum pencampur berkapasitas 4.740 liter. Di dalamnya ada enam pisau, bukan empat seperti banyak kompetitor. Putaran 13–20 putaran per menit menghasilkan campuran yang lebih merata.
Drum bisa berputar 270 derajat. Pencetakan bisa dilakukan dari berbagai sudut tanpa harus memindahkan mesin. Tangki air 800 liter dikontrol otomatis dari layar, dengan cadangan manual jika diperlukan.
Sistem hidrolik memakai sambungan yang mudah dilepas di titik engsel. Perawatan tidak perlu membongkar rangka. Ada pelumasan otomatis dan pompa ganda untuk sistem rem. Ada juga sistem aditif dengan pompa stainless steel jika ingin menambah mutu beton.
Semua itu terdengar berlebihan untuk program syukur. Tapi rumah yang dibangun sebagai wujud terima kasih justru paling membutuhkan takaran yang tepat.
Kalau mesin yang bisa kerja sendiri hanya dipakai untuk proyek yang mengejar laba, siapa yang akan memakainya untuk proyek yang mengejar makna?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.