1 Oktober 2026

Kenapa Proyek Publik Korea Mulai Berbagi Data BIM?

Enam pemilik proyek publik Korea meneken kesepakatan tukar data BIM. Bukan beli aplikasi baru, modelnya memang tak saling baca.

HS Heru ST Pengelola Rubrik
1 Oktober 2026, 12:03 WIB 3 menit baca 19 pembaca
Kenapa Proyek Publik Korea Mulai Berbagi Data BIM?
Penandatanganan nota berbagi data BIM di kantor pusat Korea National Railway, Daejeon, 30 September 2026. (Korea National Railway)

Enam pemilik proyek publik di Korea sudah punya pemodelan informasi bangunan, atau BIM, versi masing-masing. BIM adalah cara menyatukan gambar, hitungan, dan jadwal proyek ke dalam model tiga dimensi, supaya desain sampai pemeliharaan tidak tercecer di berkas terpisah. Yang macet bukan pengadaan aplikasinya. Model jalan tol tidak selalu terbaca oleh model rel, bandara, rumah, atau air.

Pada Rabu, 30 September 2026, mereka meneken nota kesepahaman di kantor pusat Korea National Railway di Daejeon. Yang hadir setingkat kepala divisi. Bukan sekadar foto direksi.

Enam lembaga sepakat tukar data, bukan beli aplikasi baru

Yang meneken ada enam. Korea Expressway mengurus jalan tol. Korea Airports mengurus bandara. Korea National Railway membangun infrastruktur rel, bukan mengoperasikan kereta seperti KORAIL. LH mengurus tanah dan perumahan. K-water mengurus air. KICT adalah lembaga riset teknik sipil dan bangunan.

Empat kerja sama yang tertulis di siaran Korea Expressway, dan dikutip Kimcheon Shinmun serta Herald Business: menyusun cara berbagi data dan kerangka standar, menautkan pedoman masing-masing lembaga, bertukar ahli, lalu membagi hasil riset dan mengumumkannya bersama. Dewan kerja tingkat pelaksana akan mencari proyek konstruksi pintar yang bisa dikerjakan bareng.

Tidak ada janji platform tunggal. Tidak ada jadwal pindah data. Tidak ada angka penghematan.

Yoon Han-su, Kepala Divisi Konstruksi Korea Expressway, mengatakan BIM memungkinkan informasi desain dan konstruksi jalan tol dikelola dalam tiga dimensi. Tinjauan volume dan mutu menjadi lebih rapi. Kesalahan gambar dan kecelakaan kerja lebih mudah dicegah. Lewat nota ini, katanya, kerangka standar akan disusun, lalu BIM diperluas ke seluruh rute tol yang sedang dibangun. Itu rencana lembaga jalan tol, bukan ikrar enam pihak.

Jung Jin-hyuk, Kepala Korea National Railway, mengatakan lewat Aju Press bahwa landasan berbagi informasi BIM antar pemilik proyek publik sudah terbentuk. Kutipan ini tidak muncul di Herald atau Financial News.

Pedoman BIM sudah ada, modelnya belum saling terbaca

Daftar buildingSMART Korea per 31 Agustus 2026 menunjukkan silonya. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi punya pedoman dasar BIM sejak 2020 dan pedoman pelaksanaan pada 2022. Korea Expressway punya panduan sendiri sejak 2016, diperbarui pada 2023. Rel punya pedoman pada 2018 dan 2023. LH punya pedoman rumah susun pada 2024. K-water baru menerbitkan pedoman penerapan pada 2026. Badan pengadaan pun punya versi sendiri.

Desember 2025, badan rel merevisi pedoman menjadi manual dan memperbarui klasifikasi standar. Nota September dimaksudkan menautkan manual itu ke pedoman lembaga lain. Aju Press juga menulis bahwa mereka akan memakai standar internasional, menyeragamkan lingkungan data bersama, dan membuka pintu bagi pemilik proyek lain lewat formulir persetujuan. Rincian itu masih menunggu naskah Korea.

Peta kebijakan sudah lebih dulu. Rencana Dasar ke-7 Pemajuan Teknologi Konstruksi, periode 2023–2027, menempatkan BIM proyek publik dan sistem data standar sebagai tugas utama. Pada Oktober 2025, laporan yang dikutip Dnews menyebut target BIM penuh untuk pekerjaan publik senilai 100 miliar won atau lebih, lalu turun ke 50 miliar won pada 2026 dan 30 miliar won pada 2028. Konfirmasi resmi bahwa ambang itu sudah tercapai belum saya temukan.

November 2025, LH dan K-water sudah lebih dulu bersepakat. LH akan mengalihkan teknologi desain BIM kawasan yang selesai dikembangkan pada Juni 2025. Oktober 2025, LH mengaku sebagai lembaga publik pertama di bidang kawasan yang mengantongi sertifikasi ISO 19650, standar internasional tata kelola informasi BIM. Lee Sang-jo, Kepala Divisi Konstruksi Pintar dan Keselamatan LH, mengatakan teknologi itu bisa menyumbang standar nasional dan memangkas investasi ganda.

Jurnal manajemen konstruksi Korea pernah menguji produk BIM jalan tol Yangpyeong–Icheon. Modelnya tidak memuat data BIM yang diminta pedoman. Pembagian objek tidak sesuai struktur pekerjaan. Aturan untuk fasilitas pelengkap tidak ada. Pedoman sudah terbit. Kualitas data di lapangan masih tertinggal.

Kalau BUMN karya dan pemilik proyek di Indonesia sudah punya BIM sendiri, data proyek putus di serah terima karena aplikasinya beda, atau karena standar bersama belum disepakati?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.