20 September 2026

Kenapa Robot Cat Gedung Ini Naik Lift, Bukan Jalan?

Bukan humanoid di keranjang, satu sel robot menumpang boom 20 meter yang kontraktor sudah sewa. Siapa yang turun dulu?

HS Heru ST Pengelola Rubrik
19 September 2026, 13:22 WIB 4 menit baca 65 pembaca
Kenapa Robot Cat Gedung Ini Naik Lift, Bukan Jalan?
Sel kerja AMF Raise Robotics menumpang boom lift Genie di tapak gedung: kerja ketinggian tanpa orang, dan tanpa humanoid di keranjang. (Ilustrasi AI Generate)

Di tapak, orang masih membayangkan robot berkaki dua yang mengganti tukang. Raise Robotics justru menempelkan sel kerja ke boom lift produksi, alat yang kontraktor sudah sewa, lalu mengoperasikannya hidup-hidup.

Bukan robot manusia. Itu justru poinnya.

Pada Juli 2026, perusahaan San Francisco itu memasang workcell Autonomous Mobile Fabricator (AMF), lengan robot, komputer, dan soket alat yang bisa diganti-ganti ke boom Genie, merek milik Terex. Mereka menunjukkannya langsung ke pelanggan dan mitra.

Liputan muncul 15 September 2026 lewat Robotics & Automation News. Tinggi kerja yang mereka pamerkan: kelas 65 kaki, kira-kira 19,8 meter, setara enam lantai. Platformnya Genie Z-60 FE. Operator bisa mengemudi manual atau membiarkan mesin berjalan sendiri.

Pekerjaan yang paling sering merenggut nyawa

Jatuh dari ketinggian masih pembunuh utama di tapak. Di Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat 389 pekerja konstruksi tewas pada 2024 karena jatuh ke level lebih rendah, lebih dari sepertiga kematian di sektor itu.

Di Indonesia polanya tidak jauh. Data BPJS Ketenagakerjaan 2015 yang sering dikutip: dari 105.182 kasus, 38 persen terkait jatuh dari ketinggian. Muhammad Fertiaz, saat itu pejabat pengawasan K3 Kementerian Ketenagakerjaan, menyebut angka itu “juara nasional” tiga tahun berturut. Ia mencontohkan gondola perawatan gedung yang slignya putus.

Analisis 102 rekam kematian resmi konstruksi BPJS–PUPR periode 2018–2023 menempatkan jatuh dari ketinggian di angka 41,2 persen. Scaffolding dan gondola di sini bukan cuma pos biaya. Mereka juga pos kecelakaan.

Raise tidak berjanji membuat manusia logam yang lebih tinggi. Mereka ingin mengeluarkan orang dari platform.

Satu sel, tiga kendaraan, bukan robot baru tiap lantai

AMF bukan mesin khusus satu ketinggian. Sel yang sama menumpang tiga platform.

Di lantai, ia menempel ke kendaraan otomatis, AGV, semacam gerobak pintar beroda, untuk layout dan kerja mendatar hingga sekitar 12 kaki. Di scissor Genie seri GS, jangkauan naik sampai sekitar 30 kaki: dinding, plafon kapal, permukaan vertikal. Di boom, lengan mengikuti lengkung lambung kapal, bawah jembatan, atau fasad.

Aplikasi yang sudah mereka jual: menandai layout dari gambar digital, mengebor beton, memindai kondisi jadi. Cat dan coating di ketinggian masih mereka tandai “sedang dikembangkan”. Klaim pertama di boom: coating dan perawatan permukaan untuk fabrikasi, kapal, dan struktur besar.

Raise didirikan Gary Chen dan Conley Oster pada 2021. Mereka bukan pembuat humanoid. Mesin awal mereka manipulator bergerak sering dua lengan UR20, untuk kerja tepi pelat lantai: layout, bor, pasang bracket fasad.

Di proyek Harmon, pemasangan manual butuh dua sampai empat orang. Robot cukup satu operator. Mereka mengklaim akurasi sekitar plus-minus 3/16 inci, sementara sekitar 30 persen fastener manual “salah tempat”. Di rumah sakit St. Jude, JR Butler membawa robot setelah rework layout USD 100.000–130.000 di lantai awal.

Sel AMF bisa pindah dari gerobak lantai ke lift Genie. Antarmuka alatnya terbuka: jika kru bisa memegang sebuah perkakas, sel itu, kata mereka, bisa menjalankannya.

“Humanoid hanya menjangkau apa yang manusia jangkau”

Rishabh Aggarwal, CTO Raise, berbicara lurus saat pengumuman kolaborasi itu.

“A humanoid can only reach what a person can reach. A lot of the work that actually hurts people is past that envelope.”

Lalu: “We are not building a different robot for every elevation. We are building one workcell that changes how it moves. The alternative is to keep sending the person.”

Ross Blum, presiden dan chief business officer Raise, menambahkan pendekatan ekosistem itu mulai merobohkan batas tempat robot boleh bekerja. Ia berterima kasih pada Genie atas kepercayaan selama proses.

Bulan Maret 2026, sebelum uji boom, dua pendiri sudah menolak logika humanoid. Conley Oster bilang mereka memilih pekerjaan yang fisiologi manusia jadi pembatas. Meniru bentuk tubuh manusia tidak menambah apa-apa. Gary Chen lebih kasar: bentuk manusia, anehnya, tidak cukup besar. Oster menutup: menaruh humanoid di keranjang orang “hanya mengganti manusia dengan mesin yang kelihatan seperti manusia. Itu belum selesai.”

Pernyataan resmi Genie soal uji Juli belum muncul terpisah. Kolaborasi sejauh ini dikonfirmasi dari sisi Raise.

JLG, saingan Genie di kubu Oshkosh, juga memamerkan konsep boom plus lengan robot di CES dan CONEXPO 2026. Itu masih konsep. RobotPlusPlus di Tiongkok sudah men-skala robot pengelupas dan pelapis lambung di ratusan galangan, model berbeda: robot khusus tugas, bukan sel yang numpang alat sewa.

Humanoid tetap menarik modal. Argumen Raise lebih sempit: untuk kerja yang sering mencelakai orang, meniru tubuh manusia justru mengunci mesin di envelope yang sama.

Di Indonesia, boom dan scissor sudah masuk skema sewa. Yang lebih dekat ke lapangan bukan “robot manusia mengganti tukang”, melainkan sel kerja yang menumpang alat yang sudah ada, lalu mengurangi orang di perancah dan gondola saat mengecat atau merawat permukaan.

Apakah kontraktor di sini akan menyewa sel itu seperti menyewa boom, atau tetap mengirim orang naik karena itu yang paling mereka pahami?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.