Robot Kerja 64 Jam, Kenapa Proyek Kita Masih Manual?
Enam hari di pabrik tablet, 64.828 tugas, klaim sukses 99,99 persen, bukan robot serba bisa. Lalu apa yang sebenarnya menekan biaya?
Robot yang justru lolos shift
Berita Juni 2026 masih beredar sampai September karena satu alasan: ini bukan klip tiga menit di stan pameran.
Pada 23–28 Juni, AgiBot menyiarkan langsung robot G2 di pabrik tablet Longcheer Technology, Nanchang. Robot itu menginspeksi, menyortir cacat, mengangkut material, dan memasukkan unit ke alat uji.
Perusahaan mengklaim lebih dari 64 jam operasi, 64.828 tugas, 17.625 tablet, dan tingkat sukses 99,99 persen. The Independent menulis angka itu pada 30 Juni 2026.
G2 bukan humanoid yang berjalan dua kaki di atas panggung. Ia manipulator beroda dengan torso dan lengan menyerupai manusia. Bentuk itu memudahkan kerja di lorong pabrik, bukan atraksi marathon.
Longcheer adalah pabrik desain-produksi elektronik. Kliennya termasuk Xiaomi, Samsung, dan Lenovo. Kemitraan dengan AgiBot dimulai Oktober 2025. Robot masuk jalur cadangan Desember, jalur utama Maret, siaran publik April, baru kemudian uji enam hari.
Yang ditanya bukan bisa apa, melainkan bisa masuk kerja
Dr. Yao Maoqing, mitra dan wakil presiden senior AgiBot, berkata kepada Independent: pertanyaan utamanya bukan lagi apa yang bisa ditunjukkan robot, melainkan apakah ia bisa dikerahkan, diintegrasikan, dan menghasilkan nilai.
Ia menambahkan, siaran enam hari itu dimaksudkan agar publik melihat syarat industrialisasi embodied AI, kecerdasan yang menempel di tubuh mesin, bukan hanya di layar.
Yicai Global, 29 Juni 2026, mengutip Li Long, manajer umum bisnis robotika Longcheer. Ia berharap setiap masalah muncul di siaran langsung. Setiap gangguan, katanya, mendekatkan mereka ke penyebaran skala besar.
Li juga mengingatkan batasnya. Robot harus mengikuti irama pekerja manusia. Sistem belum belajar tugas baru hanya dari sekali melihat. Satu malfungsi bisa mengacaukan satu jalur.
Gesekan itu terjadi. Awal siaran, satu robot gagal berkomunikasi dengan alat uji. Dua tablet menumpuk. Intervensi manual. Tingkat sukses sempat turun ke sekitar 99,96 persen. Mesin pulih dalam dua menit.
Dari Desember hingga siaran Juni, tim gabungan menyelesaikan sekitar 60 isu: sensor salah baca sampai tabrakan, protokol perintah yang hilang. Angka mengkilap lahir setelah kerja kotor itu.
Lima belas ribu unit bukan berarti lima belas ribu mandor
Bersamaan dengan uji itu, AgiBot mengumumkan unit ke-15.000. Omdia mencatat 5.168 unit terkirim pada 2025. Counterpoint, untuk paruh pertama 2026, menempatkan AgiBot di angka pengiriman sekitar 9.700.
Produksi kumulatif mencakup portofolio: humanoid, semi-humanoid beroda, bahkan robot berkaki empat. Itu bukan 15.000 pekerja yang sudah bergiliran 24 jam di pabrik.
Analis UBS Phyllis Wang, dikutip Yicai, menilai “momen mobil listrik” penjualan humanoid dari jutaan ke puluhan juta per tahun, kecil kemungkinannya sebelum 2030. Data latihan masih kurang. Kerangka aturan belum matang.
Proyeksi jangka panjang UBS: permintaan global sekitar 86 juta unit pada 2050, pasar USD 1,4–1,7 triliun. Jarak antara proyeksi dan lantai pabrik masih lebar.
Pelajaran T3 Pudong: meratakan lantai, bukan menari di atas baja
Di Terminal 3 Bandara Pudong, yang menekan biaya bukan robot serba bisa. China Daily HK, 28 Mei 2026, menuliskan kru tiga robot lantai beton: perata laser beroda empat, perata crawler, dan pemoles.
Target mereka sekitar 700.000 meter persegi. Kapasitas lebih dari 1.000 meter persegi per hari. Deviasi kerataan dalam milimeter. Pada las, rework manual yang biasa mendekati 10 persen nyaris hilang.
Sama seperti inspeksi tablet: tugas sempit, diulang, diukur. Bukan bangun rumah sendiri.
Untuk kontraktor, pertanyaan praktisnya sederhana. Stasiun mana yang paling repetitif, paling rawan capek, dan paling mudah diukur mutunya? Inspeksi, las pipa, meratakan lantai, sortir material.
Robot di tugas itu lebih mudah dihitung biaya-manfaatnya daripada mesin pameran yang menjanjikan segalanya.
Kalau satu jalur pabrik sudah berani disiarkan enam hari lengkap dengan tablet yang menumpuk di menit-menit awal, stasiun mana di tapak proyek Anda yang sebenarnya sudah siap diuji, bukan hanya dipamerkan?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.