Kenapa Rumah Baru 2026 Sengaja Bolongin Dindingnya?
Rumah baru 2026 kembali memasang roster seperti rumah lama. Bukan nostalgia, ini cara menekan tagihan listrik tanpa terlihat kuno.
Rumah baru seharusnya semakin kedap, semakin dingin, semakin bergantung pada AC. Yang terjadi justru sebaliknya.
Pada 14 Agustus 2026, Liputan6 merilis delapan model lubang angin yang fungsional sekaligus mempercantik fasad. Roster masuk di urutan keempat, diposisikan sebagai pembatas sekaligus jalur udara.
Bukan ornamen tambahan. Bukan peninggalan rumah tua yang terpaksa dipertahankan.
Rumah modern yang takut tagihan listrik
Tarif listrik rumah tangga 1.300–2.200 VA tetap Rp1.444,70 per kWh pada kuartal III 2026. AC yang menyala berjam-jam langsung terasa di token.
Iklim tropis tidak memberi ampun. Udara panas dan lembap menumpuk jika rumah tertutup rapat. Roster, atau ventilation block, membuka celah agar udara bergerak sendiri.
Prinsipnya sederhana. Udara panas naik lalu keluar. Udara lebih sejuk masuk dari sisi lain. Arsitek menyebutnya ventilasi silang dan stack effect. Orang awam merasakannya sebagai rumah yang tidak cepat pengap.
Artikel Liputan6 itu jujur di FAQ-nya. Lubang angin tidak menggantikan AC dalam semua kondisi. Ia hanya membantu mengurangi pemakaian pada waktu tertentu.
Itu sudah cukup untuk banyak rumah baru yang ingin tampil bersih, bukan rumah kaca berpendingin 24 jam.
Bukan lubang angin yang sama
Roster lama sering berkesan kusam, berdebu, dan mudah kemasukan hujan. Versi 2026 berubah bentuk.
Ada pola kotak, lingkaran, geometris, daun, garis, bintang, hingga kombinasi. Materialnya beton, tanah liat, GRC, atau keramik. Harga per biji beton umumnya berkisar Rp9.000 sampai Rp25.000, tergantung motif.
Yang dicari sekarang: roster sebagai kulit kedua. Ia menyaring cahaya, menjaga privasi, dan tetap mengalirkan angin. Dinding tidak perlu masif. Bidang tetap utuh, hanya berlubang.
Nurul Diva di Liputan6 menulis, roster layak bagi yang ingin menggabungkan sirkulasi dengan pembatas ruang. Teras, dapur, kamar mandi, bahkan fasad depan bisa memakainya.
Ini alasan rumah 2026 “kembali ke nenek moyang” tanpa terlihat seperti rumah desa. Motifnya minimalis. Susunannya mengikuti garis jendela dan pintu. Bayangan matahari menjadi dekorasi, bukan gangguan.
Angin itu tidak otomatis masuk
Studi Ardhiana Muhsin, Aghnia Nabila, dan Alan Purnama dari Itenas pada 2022 sudah mengingatkan. Tidak semua motif roster sama-sama lancar meneruskan angin.
Roster yang lebih terbuka mengalirkan udara lebih mudah. Motif rapat lebih bagus untuk privasi, lebih lemah untuk pendinginan.
UNIKOM pada Juli 2026 bahkan mengembangkan roster bambu untuk hunian padat. Tujuannya sama: pendinginan pasif, tanpa mesin.
Jadi klaim “AC alami” perlu syarat. Posisi harus tepat. Biasanya di atas dinding, dekat teras, atau di dua sisi yang berhadapan. Lubang harus dibersihkan. Debu yang menumpuk mematikan fungsi.
Hujan tetap jadi musuh. Model jalusi miring atau anti tampias menjawab masalah itu. Roster juga bukan dinding penahan beban. Ia pelapis atau sekat.
Tanpa perhitungan itu, yang didapat hanya dinding berpola. Bukan rumah yang lebih adem.
Kalau rumah baru 2026 mulai membuka lagi dindingnya, apakah kita sedang mundur atau justru belajar ulang cara tinggal di iklim sendiri?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.