14 Oktober 2026

Menperin Sarmuji Bidik Produktivitas Manufaktur Rp147,7 Juta pada 2029

Kementerian Perindustrian menargetkan produktivitas tenaga kerja manufaktur naik dari Rp124,35 juta menjadi Rp147,7 juta per orang pada 2029 melalui penguatan vokasi.

S Sagara Pengelola Rubrik
14 Oktober 2026, 11:49 WIB 3 menit baca 27 pembaca
Menperin Sarmuji Bidik Produktivitas Manufaktur Rp147,7 Juta pada 2029
Pekerja industri bersama lengan robot las di lini produksi. Aktivitas ini menggambarkan kebutuhan kompetensi Industri 4.0 yang menjadi fokus penguatan SDM Kemenperin. (Dok: Suryacipta)

Muhammad Sarmuji, Menteri Perindustrian, menetapkan target produktivitas tenaga kerja industri manufaktur mencapai Rp147,7 juta per orang pada 2029. Angka itu naik dari Rp124,35 juta per orang yang tercatat pada 2025.

Kenaikan sekitar Rp23,35 juta per pekerja dalam empat tahun itu menjadi salah satu sasaran penguatan daya saing industri nasional. Sarmuji menekankan bahwa investasi dan teknologi saja tidak cukup.

“Pembangunan industri nasional tidak hanya membutuhkan investasi dan teknologi, tetapi juga SDM yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Sarmuji dalam keterangan resmi di Jakarta, 11–12 Oktober 2026.

Vokasi Jadi Tumpuan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalankan program pendidikan dan pelatihan melalui 13 perguruan tinggi vokasi, sembilan Sekolah Menengah Kejuruan, dan tujuh Balai Diklat Industri. Pendekatan yang digunakan adalah tautan dan padanan (link and match) serta sistem ganda.

Program mencakup pendidikan sistem ganda, pelatihan kompetensi, sertifikasi, inkubasi bisnis, serta pengembangan kompetensi Industri 4.0. Pelaksana Tugas Kepala BPSDMI Adie Rochmanto Pandiangan menyatakan pendidikan diarahkan pada kebutuhan nyata industri.

“Kami juga memperkuat ekosistem pengembangan SDM industri melalui sertifikasi kompetensi, inkubasi bisnis, serta peningkatan kompetensi Industri 4.0,” ujar Adie dalam rapat kerja internal pada 8 Oktober 2026.

Minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri cukup tinggi. Hingga 30 Juni 2026, pendidikan tinggi vokasi mencatat 61.744 pendaftar untuk kuota 4.566 orang, sementara pendidikan menengah menerima 33.592 pendaftar untuk kuota 2.749 orang.

BPSDMI menargetkan persentase sumber daya manusia industri yang kompeten mencapai 89 persen pada 2029. Persentase lulusan yang bekerja dan memiliki kompetensi ditargetkan 88 persen pada tahun yang sama.

Target Kontribusi dan Momentum PMI

Sarmuji juga membidik kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto naik dari sekitar 19 persen saat ini menjadi 21–25 persen. Ia ingin pertumbuhan industri melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri lebih tinggi lagi, melebihi pertumbuhan ekonomi. Karena industri inilah sebenarnya yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sarmuji pada 8–9 Oktober 2026.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan industri pengolahan menyumbang sekitar 18,5–19,8 persen terhadap produk domestik bruto pada periode terbaru. Target kontribusi yang lebih tinggi belum disertai tenggat waktu pasti.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Indonesia naik menjadi 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus. Angka di atas 50 menandakan ekspansi. Trevor Balchin, Direktur Bidang Ekonomi S&P Global Market Intelligence, menyebut kinerja September sebagai yang terkuat sejak Februari 2026.

“Produksi dan pekerjaan baru sama-sama meningkat secara solid, didukung oleh kenaikan ekspor,” kata Balchin dalam laporan S&P Global pada 1 Oktober 2026.

Sarmuji menegaskan penguatan kompetensi tenaga kerja harus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk keterampilan digital, otomasi, analisis data, dan keamanan siber. Dengan sumber daya manusia yang semakin kompeten, produktivitas diharapkan terus naik dan memperkuat daya saing manufaktur nasional.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.