10 Oktober 2026

AI Optimalkan Rute Alat Berat di Parlemen IKN

Kecerdasan buatan sudah mengatur jalur alat berat di Kompleks Parlemen Nusantara sebelum mesin bergerak, menghemat lebih dari 61.000 liter bahan bakar.

HS Heru ST Pengelola Rubrik
10 Oktober 2026, 13:55 WIB 2 menit baca 27 pembaca
AI Optimalkan Rute Alat Berat di Parlemen IKN
Kegiatan alat berat di situs pembangunan Kompleks Parlemen Nusantara, Ibu Kota Nusantara. (Ilustrasi AI Generate)

Di kompleks parlemen yang sedang dibangun di Ibu Kota Nusantara, tim proyek sudah memakai data lokasi yang diperbarui berkala untuk mengoptimalkan rute alat berat dengan bantuan kecerdasan buatan. Setiap skenario divalidasi dulu melalui perangkat lunak SYNCHRO agar tidak terjadi hambatan di lapangan.

Nicholas Cumins, Chief Executive Officer Bentley Systems, menyampaikan hal itu pada 9 Oktober 2026 di sela acara Year in Infrastructure 2026 di Singapura. “Tim proyek menggunakan data lokasi yang diperbarui secara berkala untuk mengoptimalkan rute alat berat menggunakan AI dan memvalidasi setiap skenario pekerjaan melalui SYNCHRO guna mencegah hambatan di lokasi konstruksi,” katanya, seperti dikutip ANTARA.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan mampu menghasilkan berbagai alternatif desain dan melakukan optimalisasi dengan cepat. Namun, keputusan yang melibatkan pertimbangan teknis, keberlanjutan, dan risiko tetap membutuhkan penilaian manusia karena berdampak langsung pada keselamatan publik.

Hemat Jarak dan Bahan Bakar

PT Hutama Karya (Persero) menjadi kontraktor utama pembangunan lima kompleks parlemen pusat beserta infrastruktur sipil di lahan sekitar 42 hektare. Situs yang dinamis karena pekerjaan tanah harian membuat rute alat berat harus terus disesuaikan.

Tim memanfaatkan pesawat nirawak untuk menghasilkan kembaran digital tiga dimensi akurat hingga tingkat milimeter. Kecerdasan buatan kemudian mengevaluasi opsi penempatan material dan jalur mobilisasi. Hasilnya, waktu validasi situs turun 83 persen, jarak tempuh pengangkutan berat berkurang 38,5 persen, dan bahan bakar dihemat lebih dari 61.000 liter, menurut halaman proyek Bentley.

Proyek ini meraih Founders’ Honors kategori Constructioneering di penghargaan yang sama. Kontrak pembangunan kawasan legislatif ditandatangani 4 Desember 2025 dan ditargetkan rampung sekitar akhir 2027.

Di tempat lain di kawasan inti, pemerintah juga memakai pemadat otomatis berbasis sensor pada sejumlah jalan, termasuk Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur yang selesai April 2025 oleh PT Wijaya Karya. Teknologi itu memastikan pemadatan lebih merata dan sesuai target mutu.

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, berulang kali menegaskan bahwa kawasan legislatif dan yudikatif menjadi prioritas pembangunan 2026, dengan target Ibu Kota Nusantara menjadi ibu kota politik pada 2028. Sekretaris Otorita Bimo Adi Nursanthyasto, saat membacakan sambutan Basuki pada kunjungan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia 8 Oktober 2026, menyebut infrastruktur di Nusantara memadukan rekayasa teknik dengan perlindungan ekosistem.

Di luar proyek prioritas seperti ini, banyak pekerjaan jalan dan bendungan masih mengandalkan laporan harian manual untuk mencatat jam kerja, bahan bakar, dan produktivitas alat berat. Penelitian pada Tol Ibu Kota Nusantara Seksi 3A menunjukkan bahwa pencatatan digital berbasis posisi global meningkatkan produktivitas dibandingkan timesheet kertas.

Cumins mencatat bahwa 70 persen dari 336 finalis penghargaan tahun ini sudah memakai kecerdasan buatan dalam pekerjaan konstruksi. Di Nusantara, penerapan itu sudah berjalan di lapangan hari ini.***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.