21 September 2026

Benarkah Motor Listrik USD 5.000 Sudah Bisa Masuk Tol?

Produsen Hong Kong–Beijing menargetkan motor listrik 120 km/jam seharga USD 4.995. Range-nya masih gelap, siap dipakai antar-proyek?

HS Heru ST Pengelola Rubrik
9 September 2026, 12:42 WIB 3 menit baca 154 pembaca
Benarkah Motor Listrik USD 5.000 Sudah Bisa Masuk Tol?
Motor listrik kuning Evoke di stan pameran, tampak samping. (Telset.id)

Motor listrik yang bisa ngebut selama ini mahal. Yang murah biasanya berhenti di batas kota.

Evoke Motorcycles membalik logika itu pada 7 September 2026. Mereka mengungkap 2027 Evoke Nrgy dengan target harga mulai USD 4.995 dan kecepatan puncak 120 kilometer per jam.

Angka itu, jika benar tembus, mendekati motor bensin 150–250 cc. Bukan mainan premium seharga cruiser listrik puluhan ribu dolar.

Micah Toll di Electrek menulis bahwa motor listrik kelas jalan raya selama ini membawa harga yang cukup berat. Nrgy mencoba meruntuhkan ambang itu.

Harga murah, baterai yang dipilih justru yang lebih gemuk.

Ada dua varian. Nrgy 6 membawa baterai 6,4 kilowatt-jam dengan target USD 4.995. Nrgy 8 menaikkan kapasitas ke 8,4 kilowatt-jam dengan target USD 6.495.

Keduanya memakai LFP, singkatan lithium iron phosphate atau baterai fosfat besi litium. Kimia ini biasanya lebih murah, lebih tahan panas, dan lebih awet siklus cas. Densitas energinya lebih rendah daripada NMC yang sering dipakai motor touring.

Artinya pack ini aman untuk depo panas dan parkir lapangan. Tapi tanpa angka jarak resmi, mengklaim “Jakarta–Bandung sekali cas” masih spekulasi.

Electrek menilai pack 6,4–8,4 kWh “cukup besar untuk kelas ringan, tetap modest”. Cocok kota plus potongan jalan raya pendek. Bukan touring jauh.

Bukan scoot kota, tapi spek lengkapnya masih bolong

Kecepatan 120 km/jam menempatkan Nrgy di atas e-moto urban yang sering dipatok sekitar 80 km/jam. Sasis memakai Twin Plate paten Evoke. Rem cakram ada di depan dan belakang.

Desainnya mencampur panel samping lebar di rumah baterai, tangki palsu klasik, dan ekor ramping. Ada kemiripan siluet dengan 6061-GT, cruiser mahal Evoke sebelumnya.

Yang belum keluar justru data yang dibutuhkan armada: jarak tempuh kota dan tol, daya motor, lama cas, dan berat. Homologasi Amerika, Eropa, dan Asia Tenggara masih janji “bulan-bulan mendatang”.

Nathan Siy, CEO Evoke, dikutip Electrek 7 September 2026. Ia bilang Nrgy “mengisi celah penting di portofolio global” dan ingin motor ringan tanpa mengorbankan performa, keselamatan, atau mutu rakitan.

Dari cruiser mahal ke kendaraan pengawas antar-site

Evoke berdiri sekitar 2014 oleh Nathan Siy dan Sebastian Chrobok. Kantor di Hong Kong, riset dan pabrik di Beijing.

Mereka sudah menjual Urban Classic sekitar USD 9.500 dan 6061-GT sekitar USD 29.995 dengan baterai NMC 29,8 kWh. Nrgy memutar strategi: masuk kelas entry yang bisa menembus 100-an km/jam.

Untuk kontraktor, relevan jika unit dipakai antar-site puluhan kilometer, dengan cas di basecamp. Bukan pengganti mobil dinas lintas provinsi.

Harga USD 4.995 adalah target pasar Amerika. Bea, pajak, uji tipe, dan servis bisa mengubah hitungan rupiah. Belum ada importir atau kutipan regulator ASEAN per 9 September 2026.

Seorang pembaca Electrek, Chris M., mengingatkan pola lama: range di kecepatan klaim sering anjlok jika banyak waktu di jalan raya. Kritik itu opini, tapi wajar selama pabrik belum merilis angka.

Kalau target harga benar masuk ASEAN, celah “di atas 100 km/jam di bawah USD 7.000” selama ini hampir kosong. LiveWire S4 Honcho berada di kisaran harga mirip, tetapi kecepatannya sekitar 95 km/jam. Kawasaki Ninja e-1 jauh lebih mahal dan lebih pelan.

Yang belum boleh ditulis sebagai fakta toko

Unit belum dipesan massal di Indonesia. Jadwal kirim belum ada. Range belum ada.

Produsen Hong Kong–Beijing menargetkan motor listrik 120 km/jam dengan baterai LFP dan harga mulai USD 4.995. Selebihnya masih peta, bukan stok gudang.

Kalau unit ini benar masuk Indonesia, yang menarik bukan sekadar “bisa masuk tol”. Yang menarik: setelah bea, pajak, dan cas di lapangan, masihkah dia tetap kendaraan kerja yang masuk akal?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.