21 September 2026

Kenapa Motor Listrik India Melonjak Dua Kali di Eropa?

Harga di pabrik India tidak ikut ke Paris. Kalau motor ini masuk proyek di Indonesia, patokan mana yang dipakai?

HS Heru ST Pengelola Rubrik
21 September 2026, 11:31 WIB 3 menit baca 18 pembaca
Kenapa Motor Listrik India Melonjak Dua Kali di Eropa?
Royal Enfield Flying Flea C6, motor listrik urban bodi hijau dengan rangka aluminium. (electrek)

Royal Enfield mulai menerima pesanan motor listrik Flying Flea C6 di Eropa dan Inggris. Harganya 5.990 euro di Eropa dan 5.300 pound di Inggris. Motor baru dikirim Oktober 2026, lewat toko di Paris, Barcelona, Roma, Berlin, dan London.

Di India, motor yang sama sudah diterima pembeli sejak Juni 2026. Harga di toko Bengaluru 2,79 lakh rupee kalau baterai dibeli sekaligus. Ada paket sewa baterai, baterai tetap milik pabrik, pembeli hanya bayar pemakaian, yang menurunkan harga motor jadi 1,99 lakh rupee.

Media India mengubah harga Eropa menjadi sekitar 6,58 lakh rupee. Itu lebih dari dua kali harga di India. Situs Electrek pada 17 September 2026 menulis harga hampir 6.000 euro “tidak murah” untuk baterai 3,91 kWh dan tenaga setara motor kecil 125 cc.

Yang dijual ke Eropa bukan motor murah. Yang dijual adalah motor kota bermerek.

Harga India berhenti di gerbang pabrik

Flying Flea adalah merek listrik untuk dalam kota milik Royal Enfield, bagian grup Eicher Motors. Namanya meniru motor ringan era Perang Dunia II yang dijatuhkan dengan parasut. Produk pertamanya C6, diperkenalkan di pameran Milan akhir 2024.

Penjualannya jalan pelan, kota demi kota. Bengaluru dulu. Paris belakangan. Bukan diluncurkan ke seluruh negara sekaligus.

Motor ini hanya 124 kilogram. Cocok jalan kota. Bukan untuk tembak jauh antar kota.

B. Govindarajan, bos Eicher Motors dan Royal Enfield, bicara dalam siaran pers 16 September 2026. Ia bilang pembeli awal di Bengaluru sudah menempuh lebih dari 100.000 kilometer dalam tiga bulan. Eropa dibuka bertahap supaya bengkel dan toko siap dari hari pertama.

Penulis Electrek menilai orang Eropa tidak hanya bayar baterai dan motor. Mereka bayar rangka aluminium, kotak baterai magnesium, kaki depan model lama yang dibuat ulang, penggerak sabuk, rem yang membaca kemiringan motor, plus jaringan servis.

Majalah Visordown mengetes unit seharga 5.300 pound pada 21 September 2026. Motornya lincah, tarikannya terasa, rakitannya rapi. Yang kurang: tombol mudah kepegang, jok kurang empuk.

Baterainya sama, angka jaraknya jangan dicampur

Media India menulis mesin dan baterai di India dan Eropa tidak berubah. Yang berubah hanya cara mengukur jarak.

Baterainya 3,91 kWh, ukuran sedang, bukan besar. Tenaga puncak 15,4 kW. Tarikan 60 Nm. Laju puncak 115 km/jam. Isi daya dari 20 ke 80 persen sekitar 65 menit lewat stopkontak rumah 16 ampere.

Di India, uji dalam kota setempat mengklaim 154 km sekali cas. Di Eropa, uji standar dunia yang lebih berat mengklaim 104 km.

Electrek mengingatkan angka 104 km itu masih sering lebih panjang daripada pemakaian sehari-hari. Cukup untuk kota kalau dicas tiap malam. Tipis untuk jalan antar lokasi proyek tanpa colokan di tujuan.

Warna baru Parachute White ikut masuk Eropa, bersama hijau dan hitam. Di India, warna itu tetap dijual 2,79 lakh rupee.

Amerika Serikat belum dapat harga. Situs Flying Flea di sana masih menulis harga menyusul.

Kalau masuk lelang proyek, jangan pakai harga pabrik

Harga toko India bukan harga motor sampai Jakarta. Belum dihitung ongkos kirim, pajak, izin tipe, suku cadang, dan latihan montir.

Kalau C6 atau motor sekelas masuk pengadaan proyek, patokan yang masuk akal lebih dekat ke harga Eropa, plus ongkos ke Asia Tenggara, ketimbang 2,79 lakh rupee. Paket sewa baterai yang memotong harga di India tidak dilaporkan sebagai opsi di Eropa.

Motor listrik China sering punya baterai lebih besar dengan uang lebih kecil. Royal Enfield menjual merek, rakit, dan bengkel. Itu sebab harganya melonjak begitu motor keluar negeri.

Delivery pertama di India sudah jalan sejak Juni 2026. Eropa baru antre Oktober.

Kalau harga pabrik sudah tidak berlaku begitu motor menyeberang laut, patokan mana yang akan dipakai saat kita beli untuk lapangan?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.