Kontraktor New Jersey Bayar Robot Ubin per Luas
Flooring Concepts meneken kontrak hingga USD 4 juta agar robot memasang ubin vinil. Mesin tidak dibeli. Di Jakarta, kredit rumah sudah Rp26,78 triliun.
Di Manalapan, New Jersey, subkontraktor lantai tidak membeli robot. Mereka membeli hasil pasang.
Human Friendly Robotics mengumumkan kontrak tiga tahun senilai hingga USD 4 juta dengan Flooring Concepts of NJ, Selasa (6/10/2026). Robot Tyler dikerahkan bersama tukang di New York, New Jersey, Pennsylvania, dan kawasan metropolitan New York.
Kapasitas yang dibeli menutup minimal 15–40 persen pekerjaan ubin vinil mewah perusahaan itu selama tiga tahun. Perusahaan robot menyebut nilai kontrak ini yang pertama untuk lantai yang dipasang mesin.
Cukup bayar per kaki persegi
John Pilot, Presiden Flooring Concepts, menempatkan syarat itu di depan. Mesin tetap milik penyedia jasa. Kontraktor hanya membayar luas yang terpasang.
"Syukurlah, saya cukup membayar per kaki persegi pemasangan, bukan membeli peralatannya," kata Pilot dalam siaran pers, Selasa (6/10/2026). Ia menyebut ini investasi pada kru dan pelanggan, tanpa belanja modal yang memberatkan.
Pembagian kerjanya tegas. Tyler mengerjakan bidang berulang. Tukang tetap memegang potongan, tepi, penyelesaian, dan mutu. Operator cukup dilatih, tanpa latar robotika.
Shamoon Siddiqui, kepala eksekutif Human Friendly Robotics, mengklaim alat itu membuat tukang menyelesaikan kerja delapan kali lebih cepat, tanpa cepat lelah. Klaim itu ada di siaran pers yang sama.
Di situs produknya, kelipatan itu tidak seragam. Keramik disebut naik dari sekitar 100 menjadi 800 kaki persegi per hari. Ubin vinil lem hanya dari sekitar 750 menjadi 1.500, atau dua kali. Padahal kontrak ini untuk ubin vinil.
Floor Covering News, 29 September 2026, mengutip Siddiqui: biaya porsi robotik dirancang di bawah USD 2 per kaki persegi. Angka akhir tergantung bahan, upah, dan kondisi proyek. Keluaran ubin vinil disebut sekitar 1.500 kaki persegi per hari.
HFR melaporkan Tyler sudah turun di puluhan lokasi metropolitan New York dan Puerto Rico, termasuk sekolah, mal, dan gedung pemerintah. Pipeline Flooring Concepts disebut sudah memuat pekerjaan 2028. Keduanya klaim perusahaan, belum diaudit pihak luar.
Kontrak ini menyusul masuknya HFR ke jaringan Starnet Commercial Flooring. Anggotanya sekitar 200 subkontraktor, dengan penjualan gabungan USD 4 miliar atau lebih per tahun.
ROI-NJ menambahkan data Biro Statistik Tenaga Kerja: pada 2025 ada 97.000 pemasang lantai serta tukang ubin dan batu, upah median USD 54.390 per tahun.
Siaran pers juga mengutip survei asosiasi kontraktor dan lembaga pelatihan, September 2026. Sebanyak 42 persen firma yang disurvei terlambat karena kekurangan pekerja.
Kredit rumah sudah lebih dulu jalan
Sementara itu, di Jakarta, uang untuk rumah subsidi sudah mengalir. Kemacetan yang dibeli di New Jersey adalah kapasitas pasang, bukan plafon kredit.
Hingga 3 Oktober 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat Kredit Program Perumahan Rp26,78 triliun untuk 112.713 debitur. Itu 69,62 persen target rencana teknis perbankan.
Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengatakan plafon 2026 diusulkan naik. Dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun, lewat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, demi Program 3 Juta Rumah.
"Kita harus mengecek langsung proses KUR Perumahan ini kepada nasabah dan harus memastikan prosesnya cepat, murah dan mudah serta tidak ada pungli," kata Maruarar dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
Sisi permintaan sudah Rp17,59 triliun, atau 84,45 persen target. Renovasi menjangkau 89.433 debitur. Sisi pasokan baru Rp9,19 triliun, 52,11 persen. Pengembang menyerap Rp5,34 triliun.
Sebelumnya, Antara mencatat posisi 24 September: Rp25,8 triliun untuk 110.582 debitur. Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, menyebut sisi penyediaan saat itu Rp8,7 triliun, termasuk Rp1 triliun ke 377 kontraktor.
Di New Jersey, luas lantai dibeli seperti jasa. Di Indonesia, yang dikebut masih uang muka rumah.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.