11 Oktober 2026

Bentley Pakai AI Uji Ratusan Desain Tahan Gempa Indonesia

Perangkat lunak STAAD dan kecerdasan buatan dipakai mensimulasikan respons struktur terhadap zona seismik Indonesia, menjalankan ratusan iterasi desain sebelum konstruksi dimulai, sementara pemulihan 1.024 infrastruktur NTT masih berjalan.

HS Heru ST Pengelola Rubrik
11 Oktober 2026, 13:29 WIB 3 menit baca 19 pembaca
Bentley Pakai AI Uji Ratusan Desain Tahan Gempa Indonesia
Insinyur meninjau hasil simulasi respons struktur terhadap beban seismik menggunakan perangkat lunak analisis sebelum desain final ditetapkan. (Ilustrasi AI Generate)

Di Singapura, teknologi kecerdasan buatan kini membantu insinyur menguji lebih banyak skenario desain bangunan dan infrastruktur sebelum konstruksi dimulai. Senior Director Asia Pacific Japan Solution Engineering Bentley Systems Amit Shrivastava menjelaskan, perangkat lunak analisis struktur STAAD digabungkan dengan kecerdasan buatan untuk mensimulasikan respons bangunan terhadap kondisi seismik Indonesia.

Indonesia memiliki banyak wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Karena itu, perancangan bangunan harus mempertimbangkan zona seismik dan potensi gempa di setiap lokasi. “Ketika saya memahami zona seismik tempat saya berada, saya harus mendesain bangunan secara berbeda. Ketika mendesain bangunan, saya harus dapat menganalisis bagaimana bangunan tersebut akan bekerja ketika gempa terjadi,” kata Amit di sela Year in Infrastructure 2026 di Singapura, Jumat (9 Oktober 2026).

STAAD memungkinkan simulasi bagaimana struktur merespons beban atau tekanan. Hasilnya menjadi dasar bagi insinyur mengevaluasi perilaku bangunan dan memilih desain yang sesuai dengan risiko di lokasi. Informasi medan dan struktur tanah juga dipakai untuk membandingkan alternatif sebelum pembangunan dimulai.

Ratusan Iterasi sebelum Bangunan Didirikan

Amit mencontohkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penentuan jalur jalan. Dengan memasukkan titik awal dan akhir, kondisi medan, serta struktur tanah, sistem dapat menjalankan ratusan iterasi untuk membandingkan berbagai alternatif. “Dengan teknologi, kita dapat mencoba jauh lebih banyak kondisi untuk melihat mana yang lebih baik. Teknologi dapat mengurangi potensi pembongkaran proyek karena salah desain,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kecerdasan buatan tidak menggantikan peran insinyur. Teknologi menyediakan informasi dan menganalisis kemungkinan, tetapi keputusan tetap memerlukan penilaian manusia yang memahami profil struktur, kondisi tanah, dan karakteristik seismik. “AI dapat memberikan informasi, tetapi keputusan tetap berada pada manusia, yaitu insinyur. Manusia harus tetap berada dalam lingkaran manusia,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul saat Kementerian Pekerjaan Umum masih menangani dampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak di delapan kabupaten/kota telah ditangani. Pemulihan jaringan jalan dan jembatan serta infrastruktur sumber daya air mencapai 100 persen.

Di sektor konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional meski terdapat 89 titik longsor dan lima patahan. Sebanyak 14 jembatan juga telah difungsikan kembali. Sektor sumber daya air mencatat verifikasi dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan pemulihan di Pulau Flores harus cepat sekaligus memperhatikan keamanan. Pembangunan kembali menerapkan prinsip membangun lebih baik. “Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” kata Dody di Jakarta, Kamis (8 Oktober 2026).

Bagi kontraktor dan insinyur yang menangani proyek di zona rawan gempa seperti NTT, Sumatra, atau Jawa, kemampuan menguji ratusan skenario di perangkat lunak berpotensi memangkas waktu analisis dan mengurangi risiko kesalahan desain yang mahal diperbaiki di lapangan. Keputusan akhir tetap di tangan manusia yang memahami kondisi setempat.***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.