14 Oktober 2026

ICON Raih USD 200 Juta untuk Rumah Cetak Robot

ICON Austin didukung Baillie Gifford dan BlackRock menargetkan memangkas waktu serta biaya bangun rumah hingga 40 persen, di tengah backlog Indonesia 9,29 juta rumah tangga.

S Sagara Pengelola Rubrik
14 Oktober 2026, 12:17 WIB 3 menit baca 26 pembaca
ICON Raih USD 200 Juta untuk Rumah Cetak Robot
Robot cetak ICON membangun dinding rumah di lokasi proyek. (Dok: Builder Magazine/ICON)

Investor institusi besar mulai menaruh dana pada rumah yang dicetak robot. ICON, perusahaan teknologi konstruksi berbasis di Austin, Amerika Serikat, mengumumkan putaran pendanaan Seri D senilai USD 200 juta yang dipimpin bersama oleh Baillie Gifford dan dana yang dikelola BlackRock. Total dana yang telah dikumpulkan perusahaan mencapai USD 700 juta, dengan valuasi USD 1,4 miliar.

Pengumuman itu muncul sehari setelah perusahaan menegaskan bahwa sistem robot multi-lantai bernama Titan sudah diluncurkan secara komersial sejak Maret 2026. Titan dirancang untuk mencetak dinding bangunan hingga ketinggian sekitar 8,2 meter. Menurut ICON, sistem ini mampu memangkas waktu bangun rumah rata-rata enam minggu, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, dan menekan biaya hingga 40 persen dibanding rata-rata nasional Amerika Serikat.

Dari proyek sendiri ke tangan builder lain

Sebelumnya, ICON hanya menggunakan mesin cetak tiga dimensi miliknya sendiri untuk membangun rumah. Kini perusahaan membuka penjualan dan sewa sistem Titan kepada kontraktor serta pengembang lain. Reservasi dibuka dengan deposit USD 5.000, sementara pelatihan pelanggan dijadwalkan mulai kuartal ketiga 2026 dan pengiriman unit pertama pada awal 2027. Harga satu sistem sekitar USD 899.000, belum termasuk material dan biaya perangkat lunak.

Jason Ballard, salah satu pendiri sekaligus direktur utama ICON, menjelaskan alasan memilih Baillie Gifford dan BlackRock. “Kami benar-benar mencari kelompok investor yang sudah membantu perusahaan dunia fisik bergerak dari bukti konsep awal menuju skala,” katanya kepada CNBC pada 13 Oktober 2026. Ia menambahkan bahwa permintaan reservasi Titan sudah sepuluh kali lipat dari proyeksi internal perusahaan.

Luke Ward, manajer investasi perusahaan swasta di Baillie Gifford, menyebut sistem ICON menarik karena tidak hanya membawa teknologi baru, tetapi juga bekerja sejalan dengan realitas bisnis proyek konstruksi. Menurutnya, builder bisa mengambil lebih banyak pekerjaan, pemilik mendapatkan nilai lebih baik, dan komunitas memperoleh apa yang dibutuhkan lebih cepat.

Jembatan ke backlog Indonesia

Di Indonesia, Program 3 Juta Rumah masih berjalan dengan realisasi yang belum mencapai target besar. Data Badan Pusat Statistik yang dirilis 31 Agustus 2026 mencatat backlog kepemilikan rumah (backlog 1) turun menjadi 9,29 juta rumah tangga atau 12,39 persen pada Maret 2026, dari 9,64 juta rumah tangga setahun sebelumnya. Backlog kelayakhunian (backlog 2) juga menurun menjadi 18,01 juta rumah tangga.

Upaya industrialisasi hunian lokal sudah ada. WIKA Beton mengembangkan rumah modular pracetak WHOME yang klaim struktur tipe 36 bisa berdiri dalam dua hari dan selesai hingga berfurnitur sekitar 10 hingga 15 hari. Semen Indonesia (SIG) menawarkan bata interlock presisi yang diklaim mempercepat pembangunan rumah tipe 36 menjadi 21–30 hari. Namun, skala robot cetak multi-lantai seperti Titan masih sangat terbatas di dalam negeri.

Verly Widiantoro, Direktur Teknik dan Produksi WIKA Beton, sebelumnya menyatakan bahwa kecepatan menjadi tantangan utama ketika membangun secara masif untuk Program 3 Juta Rumah. Inovasi modular seperti WHOME, kata dia, mencoba menjawab tantangan itu. Sementara itu, Vita Mahreyni, Sekretaris Perusahaan SIG, menekankan bahwa bata interlocknya teruji tahan gempa dan cocok untuk wilayah rawan bencana.

Di Amerika Serikat, ICON sudah membangun lebih dari 270 struktur, termasuk komunitas rumah cetak terbesar di dunia bersama Lennar serta proyek barak militer. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan empat kali lipat pada 2026. Pendanaan baru akan digunakan untuk memproduksi Titan di pabrik Austin, memperluas ke pasar Florida dan Washington D.C., serta membuka fasilitas riset dan pengembangan.

Bagi pengembang dan kontraktor perumahan rakyat di Indonesia, jalur industrialisasi seperti yang ditempuh ICON menawarkan gambaran tentang bagaimana hunian bisa dibangun lebih cepat dan lebih murah. Namun, adopsi teknologi serupa akan bergantung pada regulasi, tingkat komponen dalam negeri, serta kemampuan menyesuaikan dengan kondisi gempa dan anggaran subsidi yang ada.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.