Kemenekraf Uji AI Niriksagara Petakan Infrastruktur Padang
Startup pemenang tantangan inovasi pemerintah terjun langsung memetakan jembatan, irigasi, dan kawasan vital di Padang. Data hasilnya diharapkan memangkas pendataan manual yang selama ini menjadi standar.
Tim Direktorat Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif turun ke Kota Padang pada 5–7 Oktober 2026. Mereka menggandeng Niriksagara, startup pemenang Ekraftech Innovation Challenge 2025, untuk menguji teknologi pemetaan berbasis kecerdasan buatan di lapangan.
Pengumpulan data dilakukan di Jembatan dan Saluran Irigasi Gunung Nago, Jembatan Kalawi, Bendungan Lubuk Minturun, kawasan pertanian Batu Busuk, serta kompleks Balai Kota dan Gedung DPRD. Tim merekam foto, video, dan citra udara dari pesawat nirawak di setiap titik.
AI Niriksagara Diuji Langsung di Jembatan dan Irigasi Padang
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan kecerdasan buatan, visi komputer, dan intelijen geospasial. Hasilnya diharapkan memberi gambaran kondisi infrastruktur serta kebutuhan penanganan yang lebih jelas bagi Pemerintah Kota Padang.
Co-founder Niriksagara Fransiscus Leonardo Siahaan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan menguji teknologi mereka pada kondisi nyata. “Data tersebut akan kami olah menggunakan kecerdasan buatan, visi komputer, dan intelijen geospasial sehingga dapat menjadi gambaran yang jelas bagi Pemerintah Kota Padang dalam melihat kondisi dan kebutuhan penanganan,” ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA News.
Direktur Kreativitas Teknologi Kemenekraf Dandy Yudha Feryawan menegaskan pemetaan ini berangkat dari kebutuhan di lapangan. “Kami berharap dapat memberikan gambaran dan data yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan rehabilitasi serta rekonstruksi di setiap lokasi,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dilansir ANTARA.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Tommy TRD menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai sistem pendataan digital berbasis kecerdasan buatan dapat mempercepat proses yang selama ini dilakukan secara manual sekaligus mendukung ekosistem kota pintar tanpa membebani anggaran daerah, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan media lokal dan situs resmi Pemko Padang.
Pemko Padang Siap Jadikan Data AI Bahan Prioritas Rekonstruksi
Pada rapat koordinasi 7 Oktober 2026, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang Raf Indria meminta hasil temuan ditindaklanjuti oleh masing-masing dinas terkait. Ia juga menyatakan kesiapan membantu jika tim Niriksagara membutuhkan data tambahan, dikutip dari laporan ANTARA dan media terkait.
Pendekatan ini bersifat pembuktian konsep. Hasilnya tidak menggantikan proses perencanaan maupun kewenangan pemerintah daerah, melainkan menyediakan informasi tambahan untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.
Niriksagara sendiri mengembangkan pendekatan intelijen keputusan untuk dunia fisik. Alurnya dimulai dari pengambilan data, deteksi kerusakan, penilaian kondisi, penentuan prioritas, hingga rekomendasi tindakan. Data fisik dikombinasikan dengan konteks aksesibilitas, aktivitas ekonomi, dan risiko wilayah.
Pemetaan ini berlangsung di tengah kebutuhan penanganan infrastruktur pascabencana hidrologi di Padang. Beberapa lokasi yang disurvei, seperti kawasan Lubuk Minturun dan irigasi Gunung Nago, memang tercatat sebagai titik yang berulang kali terdampak banjir bandang dalam beberapa tahun terakhir.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.