Menteri PU Laporkan Serapan Anggaran Capai Rp69 Triliun
Serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum menembus Rp69 triliun hingga akhir Agustus, sementara irigasi pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan realisasi anggaran kementeriannya hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai Rp69 triliun. Angka itu setara 52,14 persen dari total pagu Rp132,38 triliun, dengan progres fisik tercatat 57,56 persen.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026. Menurut Dody, capaian tersebut tidak hanya diukur dari besarnya penyerapan, melainkan juga dari mutu, ketepatan waktu, dan akuntabilitas pelaksanaan.
Prioritas Irigasi Pertanian dan Konektivitas Wilayah
Penggunaan anggaran tahun ini diarahkan pada penguatan jaringan irigasi pertanian serta konektivitas wilayah. Kedua aspek itu dinilai menjadi fondasi ketahanan pangan dan kelancaran distribusi hasil pertanian serta logistik nasional.
Di sektor sumber daya air, program diutamakan untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui penguatan dan keberlanjutan sistem irigasi. Sementara di bidang jalan dan jembatan, penekanan diberikan pada pembukaan akses serta peningkatan kualitas jaringan transportasi.
Pembangunan Saluran Irigasi Wanam Merauke Capai 133 Kilometer
Salah satu contoh konkret terlihat di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan saluran di kawasan itu telah mencapai 133 kilometer dari target 180 kilometer.
Jaringan tersebut mencakup irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. Di lahan percontohan seluas sekitar 40 hektare di area KM 21, penanaman padi tahap pertama sudah dilakukan dan ditargetkan panen pada awal hingga pertengahan November 2026.
Dody menegaskan bahwa peran Kementerian PU di sana adalah memastikan ketersediaan air. Ia meninjau langsung kawasan tersebut pada 8 Oktober 2026 dan menyatakan bahwa air tetap mengalir meski di tengah musim kemarau.
Serapan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat dan Jembatan Gantung
Selain itu, program Infrastruktur Berbasis Masyarakat dan pembangunan jembatan gantung juga berjalan. Kedua program ini dialokasikan pada sekitar 15.338 lokasi dengan total anggaran Rp5,48 triliun.
Hingga periode yang sama, realisasi keuangannya mencapai Rp2,89 triliun atau 52,77 persen, sementara progres fisiknya tercatat 49,72 persen. Pada program berbasis masyarakat di bidang cipta karya, penyaluran dana baru dimulai setelah tahap penyiapan masyarakat selesai.
Karena sebagian dana dicairkan lebih dahulu ke rekening kelompok pengelola, progres keuangan tercatat lebih tinggi daripada progres fisik. Pembayaran selanjutnya mengikuti kemajuan pekerjaan di lapangan.
Dody menekankan bahwa Kementerian PU tetap menjaga fokus pada hasil yang bermanfaat bagi masyarakat. “Fokus kami tetap sama yakni mutu, ketepatan waktu dan akuntabilitas, sehingga bukan hanya sekedar kepada penyerapan,” katanya dalam rapat kerja tersebut.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.