9 Oktober 2026

Pemerintah Buka Tanggul Laut dari Hutan Bakau Demak

Bukan semen yang pertama ditanam. Peletakan batu pertama perlindungan Pantura Oktober ini jatuh di hutan bakau Timbulsloko, Demak, sementara dinding beton baru dijanjikan tahun depan.

HS Heru ST Pengelola Rubrik
9 Oktober 2026, 12:09 WIB 3 menit baca 43 pembaca
Pemerintah Buka Tanggul Laut dari Hutan Bakau Demak
Tahap awal perlindungan Pantura di Timbulsloko, Demak: bakau ditanam di pesisir yang sudah tergenang rob, sebelum tanggul beton. (Ilustrasi AI Generate)


Bukan dinding semen yang pertama kali berdiri. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memastikan peletakan batu pertama perlindungan Pantai Utara Jawa pada Oktober ini berupa penanaman mangrove di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak.

Ia menyampaikannya di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026, di sela Forum Keberlanjutan Internasional Indonesia. Yang diluncurkan, katanya, sebuah gerakan sekaligus proyek bakau di sejumlah ruas yang sudah ditetapkan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Agus menolak gambaran tanggul laut raksasa sebagai bangunan beton semata. Konsep yang ia pakai lebih utuh: perlindungan pesisir, gabungan infrastruktur keras dan solusi berbasis alam.

“Mangrove juga membutuhkan waktu, butuh proses tahunan juga untuk supaya menjadi kawasan mangrove yang solid, tangguh dan bisa memecah ombak,” katanya kepada wartawan.

Mangrove Dulu, Beton Tanggul Laut Menyusul 2027

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur Nazib Faizal mengunci urutan kerjanya pada hari yang sama. Peletakan batu pertama bulan ini khusus solusi berbasis alam. Infrastruktur abu-abu, katanya, insya Allah tahun depan.

Luas tanam belum final. Nazib menyebut tahap awal seluruhnya bakau, dengan perkiraan sekitar 10 hektare. “Saya belum mengetahui detailnya,” ujarnya.

Tanggal pastinya juga belum dikunci pusat. Kepala Bappeda Jawa Tengah Yusmanto, dikonfirmasi pada 7 Oktober, menyebut rencana masih 17 Oktober dan menunggu kepastian. Pembiayaan tahap bakau memadukan APBN dan dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Keesokan harinya, Wakil Kepala BOPPJ Fadil Imran bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang. Keduanya sepakat memadatkan penanaman di Sayung bersama masyarakat, sebelum tanggul keras.

Fadil mengaitkannya dengan perintah presiden agar otorita mengoptimalkan perlindungan ekologis dan ekonomi warga di Semarang, Demak, dan Kendal. “Giant Sea Wall dalam konsep besarnya adalah pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat,” katanya.

Ahmad menyebut langkah itu selaras dengan program Mageri Segoro, yang sudah melibatkan warga di seluruh pesisir Jawa Tengah. Garis pantai provinsi ini 1.127,85 kilometer. Pantura saja 651,47 kilometer panjang pantai, bukan panjang tanggul.

Rancangan nasional yang dipakai Agus pada 7 Oktober membentang sekitar 575 kilometer, dari Serang hingga Gresik, dalam dua wilayah. Tiga lapis disiapkan: tanggul laut lepas pantai, tanggul pantai, dan tanggul lunak berupa bakau. Di Teluk Jakarta, Agus mengecualikan: kondisinya sudah mengkhawatirkan, sehingga tanggul keras tetap harus dibangun.

Angka panjang belum seragam. Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf pada 23 Februari 2026 pernah menyebut 535 kilometer dan hitungan USD 80 miliar sampai USD 100 miliar. Presiden Prabowo Subianto pada pidato Nota Keuangan 14 Agustus 2026 memakai 575 kilometer dan sekitar USD 100 miliar, dengan masa bangun 15–20 tahun. Angka investasi itu tidak diulang Agus sebagai angka terkunci pada 7 Oktober.

Di Jawa Tengah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Endi Faiz Efendi pada 5 Oktober memaparkan ruas sekitar 298 kilometer, dari Brebes sampai Rembang. Tiga metode: tanggul lepas pantai, tanggul bakau, dan tanggul pantai. Sayung masuk prioritas karena abrasi paling parah.

Koalisi Maleh Dadi Segoro menolak. Mereka khawatir struktur keras di ruas Kendal–Semarang–Demak menutup akses nelayan perahu kecil di Bedono, dan menilai forum dengar pendapat tidak menyentuh Timbulsloko.

“Temuan-temuan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menyatakan penolakan terhadap proyek,” kata koalisi, dikutip Kompas pada 7 Oktober. Endi mengaku sudah menerima kritik soal perubahan arus, sedimen, dan habitat ikan.

Di Timbulsloko, rumah yang bertahan sudah lama berdiri di atas genangan. Bakau yang ditanam Oktober ini belum menahan rob bulan depan. Agus sendiri yang mengingatkan: benteng alam butuh proses tahunan sebelum mampu memecah ombak.***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.