4 November 2026

PTPN Jajaki Kolaborasi Teknologi untuk Hilirisasi Sawit

PTPN III menampilkan produk oleo sawit di forum teknologi Danantara dan menyatakan komitmen memperluas kerja sama inovasi serta investasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.

S Sagara Pengelola Rubrik
28 Oktober 2026, 05:50 WIB 2 menit baca 76 pembaca
PTPN Jajaki Kolaborasi Teknologi untuk Hilirisasi Sawit
Pengunjung mengamati produk olahan oleo kelapa sawit yang dipamerkan PTPN Group di Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 (PTPN)

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memanfaatkan ajang Forum Inovasi Teknologi dan Investasi Danantara 2026 untuk menjajaki kolaborasi teknologi dan investasi di sektor hilir kelapa sawit.

Di Fairmont Hotel Jakarta pada 26–28 Oktober 2026, PTPN Group menampilkan produk olahan oleo kelapa sawit. Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy hadir sebagai pembicara unggulan.

“Melalui forum ini, kami ingin memperluas peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi, inovasi, dan investasi,” kata Ryanto dalam keterangannya pada Selasa (27/10/2026).

Ia menambahkan, dengan memperkuat kolaborasi dan membuka peluang investasi, transformasi PTPN Group diharapkan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional.

Dari Bahan Mentah Menuju Produk Bernilai Tinggi

Langkah ini sejalan dengan prioritas hilirisasi nasional yang mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan. Minyak sawit dapat diolah menjadi ratusan produk turunan untuk pangan, kosmetik, farmasi, hingga energi.

PTPN Group menilai pemanfaatan teknologi penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing di tengah persaingan global. Forum yang digelar Danantara Indonesia mempertemukan pelaku industri, investor, penyedia teknologi, lembaga riset, dan BUMN untuk menjajaki kemitraan berbasis teknologi.

Hingga berita ini ditulis, PTPN belum merinci nilai investasi yang dibidik, calon mitra, maupun target kapasitas produk oleo yang akan dikembangkan melalui partisipasi di forum tersebut.

Target Investasi Besar Danantara

Di forum yang sama, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menyampaikan target investasi proyek industri strategis sebesar USD 20–30 miliar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Kalau kita bisa mencapai 20-30 miliar dolar AS dalam waktu 2-3 tahun ke depan, itu akan sangat bagus. Tapi kami ingin lebih dari itu,” kata Sigit setelah memaparkan portofolio lebih dari 40 proyek pada Senin (26/10/2026).

Portofolio tersebut mencakup sektor energi, pangan, material maju, infrastruktur digital, termasuk rencana pusat data berkapasitas 1 GW, serta semikonduktor. Sebagian proyek masih dalam tahap studi kelayakan.

Sementara itu, di sisi hilir sawit, subholding PTPN IV PalmCo tengah mempersiapkan fasilitas pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara. Rencana tersebut meliputi pabrik margarin dan shortening serta biodiesel berkapasitas besar, dengan target operasional bertahap mulai akhir 2028.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan, forum ini bertujuan memperkuat kemitraan jangka panjang, menggerakkan modal global, dan menghasilkan inisiatif konkret yang berkelanjutan.

Partisipasi PTPN di ajang tersebut menandai upaya holding perkebunan BUMN untuk tidak hanya mengelola kebun, tetapi juga membangun industri hilir yang lebih berdaya saing melalui teknologi dan kolaborasi.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.