Airlangga Bidik Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun
Di Jakarta, Airlangga menaruh target hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun. Yang masuk semester ini baru Rp300 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun ke depan.
Angka itu ia ucapkan Selasa, 6 Oktober 2026, di Financial Hall, Graha CIMB Niaga Sudirman, Jakarta. Forumnya bernama BIG Downstream Insights: Outlook Kebijakan Hilirisasi 2026.
“Dari segi lapangan kerja, hilirisasi diharapkan bisa mempekerjakan 3 juta tenaga kerja, dan investasi ditargetkan mencapai 3.800 triliun dalam 4 tahun ke depan,” kata Airlangga, dikutip Katadata.
Antara mencatat versi lebih rinci, Rp3.839,9 triliun untuk 2025–2029. Airlangga sendiri mengucapkan 3.839 triliun.
Yang sudah masuk jauh lebih kecil. Realisasi hilirisasi semester I-2026 sekitar Rp300 triliun, naik 6,9 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Kompas menulis Rp300,1 triliun, tumbuh 6,9–7 persen. Angka itu menyumbang 29,7 persen total realisasi investasi semester ini, menurut Investor.id.
Peta jalan lain, horizon lain
Target empat tahun tidak sama dengan peta jalan 28 komoditas di delapan sektor.
Peta jalan itu butuh investasi USD 618,1 miliar sampai 2040. Proyeksinya, ekspor USD 857,6 miliar dan nilai tambah USD 235,9 miliar.
“Investasi yang dibutuhkan untuk 28 komoditas itu adalah USD 618 miliar,” kata Airlangga. Ia berharap ekspor naik menjadi USD 857 miliar, dengan nilai tambah USD 235,9 miliar.
Ekspor Indonesia sekarang mendekati USD 500 miliar. Dengan tambahan hilirisasi, ia bilang, ekspor bisa berganda.
Cakupan peta jalan bukan hanya mineral dan batu bara. Ada perkebunan, kehutanan, pertanian, perikanan, dan kelautan.
Kelapa sawit disebut punya 208 produk turunan pada 2025, dari 54 pada 2015. Ekspor kelapa 2025 sekitar USD 2,39 miliar, naik hampir 50 persen.
Ihwal 2027, Airlangga mendorong total realisasi investasi Rp2.500 triliun. Sekitar 40 persennya lewat hilirisasi, termasuk mineral, batu bara, dan persiapan logam lain, menurut Bloomberg Technoz.
Target investasi nasional 2026 yang ia acu sebesar Rp2.041,3 triliun. Realisasi hilirisasi semester I disebut bagian dari angka itu.
Uang yang sudah masuk, dan yang belum
Sebanyak 75,7 persen investasi hilirisasi semester I-2026 berada di luar Jawa.
“Di Jawa itu manufaktur, di luar Jawa itu sumber daya mineral atau sumber daya alam base,” kata Airlangga.
Ia mencontohkan investasi berbasis nikel di Sulawesi Tengah Rp56,1 triliun dan di Maluku Rp53,9 triliun. Satu kawasan di Maluku Utara menyerap lebih dari 25.000 pekerja.
Penanaman modal asing mendominasi. InfoNasional mencatat modal asing Rp212,8 triliun atau 70,9 persen, modal dalam negeri Rp87,3 triliun atau 29,1 persen.
Ekspor produk berbasis nikel yang ia bandingkan naik dari USD 1,3 miliar pada 2016 menjadi USD 34 miliar pada 2025. Seri ini berbeda dari pos semester berjalan.
Pada semester I-2026, ekspor nikel dan barang daripadanya naik 69,3 persen menjadi USD 6,54 miliar, menurut Antara pada 4 Oktober.
Penerimaan negara bukan pajak nikel mencapai Rp21 triliun sampai 31 Agustus 2026, dari Rp10 triliun pada periode sama tahun lalu.
Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai capaian itu fondasi, bukan garis finis.
“Ini merupakan fondasi industrialisasi, tetapi belum menjadi tujuan akhir,” kata Yusuf dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.
Ia menunjuk tahap berikutnya: prekursor, katoda, sel baterai, dan manufaktur akhir yang melibatkan lebih banyak pemasok dalam negeri.
Airlangga sendiri membatasi istilah itu. “Hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri,” katanya.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.