Benarkah Excavator Listrik 50 Ton Tidak Perlu Dicas?
Mesin 50 ton ini dikabarkan kerja nonstop tanpa antri charger. Faktanya, dia tetap lapar colokan, kok bisa?
Volvo memamerkan excavator kelas 50 ton yang tidak perlu dicas. Kalimat itu cepat beredar. Di lapangan, ceritanya lebih membumi: mesin ini tetap mencolok ke jaringan listrik.
Namanya EC500 Electric. Bobot operasinya sekitar 49 sampai 50 ton. Motor listriknya 250 kilowatt. Volvo merancangnya agar tenaga gali mendekati EC500 diesel yang sudah dikenal kontraktor.
Yang baru bukan mobil listrik raksasa. Yang baru adalah cara makannya. Ada baterai onboard untuk dua sampai tiga jam. Ada juga gulungan kabel sekitar 35 meter yang menyambung ke grid 400 volt.
Grid di sini artinya jaringan listrik site, trafo, panel, kabel tanah, bukan stasiun isi daya mega seperti impian truk tambang.
Excavator listrik 50 ton ini tetap nyolok ke grid
Media seperti Electrek menuliskan mesin ini “never needs charging”. Judul itu benar hanya jika colokan hidup terus.
Begitu kabel terhubung, mesin bisa gali, ayun, dan buang tanpa berhenti mengisi baterai. Baterai justru jadi cadangan: pindah posisi, mundur saat peledakan, atau menambal saat arus site goyah.
Volvo menyebut kemampuan itu battery and grid-connected, baterai plus sambungan jala-jala. Ada juga peak shaving: baterai menambal lonjakan ampere sesaat agar site tidak wajib memasang trafo berukuran berlebih.
Lars Dahle, manajer produk mesin di atas 35 ton di Volvo Maskin Norwegia, menjelaskannya sederhana kepada AT.no pada 31 Agustus 2026. Kalau site hanya sanggup 100 ampere sedangkan mesin butuh 150, baterai menyumbang 50. Kalau beban cuma 75, sisa arus mengisi baterai.
Reel kabel pada unit uji memakai produk SSM dari Jerman. Gulungan itu menarik dan mengulur sendiri mengikuti gerak mesin. Kabel masuk dari tanah dan tersambung di bawah badan putar, supaya tidak kusut saat boom berputar.
Uji diam-diam di quarry, jalan, dan terowongan
Unit pre-produksi ini dibuat di pabrik Korea Selatan. Musim panas 2026 ia diuji lebih dari tiga bulan pada empat kontraktor Norwegia.
1 September 2026, Volvo CE mengumumkan tes pelanggan resmi. Kontak persnya Anne Bast, kepala merek dan komunikasi wilayah Eropa.
“Kami membangun produk ini di sekitar kenyataan tapak kerja,” bunyi siaran itu. Masukan dari Norwegia, kata Volvo, akan masuk ke penyempurnaan sebelum penjualan.
Targetnya jelas: mulai dijual musim semi 2027, pengiriman serial akhir tahun yang sama. Belum ada judul setara dari merek Jepang atau Amerika yang sama-sama menonjol di gelombang berita September ini.
Ada generasi lebih tua di brosur India dan China: EC500 Electric yang murni colok grid, tanpa baterai. Satish Mudgal, pelatih produk Volvo CE India, pada 2023 bahkan menegaskan versi itu tidak membawa baterai. Unit Norwegia 2026 justru menambah baterai supaya mesin bisa belting, berjalan di dalam site, tanpa menyeret colokan setiap meter.
Yang diuntungkan justru site yang sudah punya trafo
Kelebihannya terasa di pekerjaan yang tidak sering pindah jauh. Loading di muka quarry. Portal terowongan. Batching plant. Handling material di dermaga.
Selama kabel hidup, tidak ada antre solar dan tidak ada antre charger. Emisi lokal nol. Suara lebih rendah. Klaim versi grid di pasar tertentu: biaya energi turun hingga sekitar 50 persen, perawatan sekitar 30 persen.
Jangkauan kerja mengikuti panjang kabel, sekitar 30 sampai 35 meter, plus tata letak drum. Ini bukan alat jelajah pit seperti diesel.
Mike Switzer, pembeli armada alat berat dan co-host The Heavy Equipment Podcast, dikutip Electrek 10 September 2026: kerja di perusahaan besar tidak otomatis berarti listrik tersedia di titik gali.
Untuk Indonesia, pola ini lebih dekat ke pit nikel yang sudah punya captive power, batching IKN, atau crusher yang duduk di dekat trafo PLN. Bukan ke impian dump truck baterai yang lapar pengisi daya kelas megawatt.
Yang belum siap justru kualitas daya sore hari. Baterai dua sampai tiga jam hanya penyangga. Di laterit yang face-nya sering bergeser, cadangan itu yang menentukan, bukan janji tidak perlu dicas.
Kalau site kita sudah punya trafo, apakah elektrifikasi alat 50 ton memang tinggal menarik gulungan kabel, atau kita masih mengira solusinya harus berupa stasiun cas raksasa?***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.