Fincantieri Investasi Hampir 100 Juta Euro untuk Robotika Galangan
Galangan Italia percepat Physical AI dan robot kolaboratif di 13 lokasi, sementara PT PAL meraih penghargaan ASEAN untuk kapal selam otonom.
Di galangan Castellammare di Stabia, Italia, Fincantieri memamerkan robot yang bergerak di lantai produksi dan sistem yang memantau proses pengelasan secara langsung. Demonstrasi itu menandai fase baru program BOOST². The Shipyard of the Future yang diluncurkan tiga tahun lalu.
Perusahaan mengalokasikan hampir 100 juta euro dalam Rencana Industri 2026–2030 untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan fisik, robot kolaboratif, kembaran digital, dan otomasi di 13 galangan di Italia, Rumania, serta Amerika Serikat. Lebih dari 450 karyawan telah terlibat sejak tahap awal yang fokus pada pencarian dan uji coba teknologi.
Pierroberto Folgiero, Chief Executive Officer dan Managing Director Fincantieri, menekankan bahwa daya saing industri ke depan bergantung pada kemampuan membawa kecerdasan buatan ke dunia fisik. “Melalui BOOST², kami telah meletakkan dasar untuk menyematkan teknologi baru ke proses kami dan telah memperkenalkan solusi pertama di galangan. Tantangan hari ini adalah mempercepat penerapannya secara industri dan adopsi dalam skala besar,” ujarnya pada presentasi 13 Oktober 2026.
Program ini dirancang agar teknologi mendukung pekerja pada tugas paling kompleks tanpa menghentikan produksi berjalan. Fincantieri juga menjalin kemitraan dengan Generative Bionics untuk mengembangkan robot humanoid khusus pengelasan, dengan uji lapangan dijadwalkan akhir 2026 di galangan Sestri Ponente.
Jembatan ke Indonesia
Di sisi lain, PT PAL Indonesia meraih penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project untuk Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha. Penghargaan diberikan dalam rangkaian 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations di Bandung, diumumkan 25 Oktober 2026.
Pramusti Indrascaryo, Chief Finance and Human Resources Officer PT PAL, menyebut penghargaan itu sebagai pengakuan atas kemampuan insinyur perusahaan. “Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan dan dedikasi insinyur PT PAL dalam mengembangkan teknologi pertahanan melalui rekayasa yang dilakukan secara mandiri,” katanya. KSOT memiliki tingkat komponen dalam negeri lebih dari 50 persen.
Sebelumnya, pada September 2026, PT PAL dan Fincantieri menandatangani nota kesepahaman untuk memodernisasi KRI Sriwijaya, kapal induk pertama Indonesia yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Kerja sama itu menempatkan Fincantieri sebagai pihak yang memahami desain asli kapal, sementara PT PAL menangani integrasi dan dukungan di dalam negeri.
Bagi galangan nasional, pendekatan Fincantieri menawarkan gambaran bagaimana robotika dan kecerdasan buatan fisik dapat dimasukkan ke proses produksi tanpa menggantikan sepenuhnya tenaga kerja. Pekerja las dan fabrikasi di Indonesia berpotensi menghadapi tuntutan efisiensi serupa, sekaligus peluang peningkatan keterampilan yang lebih tinggi.
Fincantieri menargetkan robot dan manusia bekerja berdampingan di galangan masa depan. Sementara itu, PT PAL terus memperkuat penguasaan teknologi otonom secara mandiri.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.