4 November 2026

Shimizu Berinvestasi di Noble Machines untuk Robot Humanoid Tapak

Shimizu menyelesaikan investasi di startup Amerika Serikat Noble Machines dan memulai kolaborasi penuh untuk mengembangkan robot humanoid kecerdasan buatan yang bisa membantu angkut material, navigasi, serta patroli di tapak konstruksi.

S Sagara Pengelola Rubrik
19 Oktober 2026, 12:20 WIB 2 menit baca 113 pembaca
Shimizu Berinvestasi di Noble Machines untuk Robot Humanoid Tapak
Robot humanoid yang diuji Shimizu di tapak proyek, membawa perangkat kamera untuk tugas patroli dan navigasi. (Doc by: Archinect)

Shimizu Corporation mengumumkan pada 16 Oktober 2026 bahwa investasi di Noble Machines telah selesai. Perusahaan yang berkantor di Sunnyvale, California, dan didirikan pada Mei 2024 itu dipimpin Wei Ding. Kolaborasi ini menggabungkan perangkat keras serta perangkat lunak Noble Machines dengan pengetahuan operasional tapak yang dimiliki Shimizu.

Tujuannya jelas: menciptakan robot humanoid yang cocok untuk lingkungan konstruksi dan mampu mendukung atau menggantikan pekerjaan fisik yang berat serta berbahaya. Shimizu menyebut pendekatan ini sebagai fusi manusia dan robot. Produktivitas tetap ditingkatkan, sementara tugas lapangan yang selama ini bergantung pada tenaga manusia mendapat bantuan teknologi.

Simulasi Akhir Tahun, Uji Fisik Musim Semi

Menurut rilis resmi Shimizu, simulasi virtual menggunakan data pemodelan informasi bangunan dan konstruksi akan dimulai sebelum akhir 2026. Fokus awal mencakup pengangkutan material dan peralatan, pergerakan di dalam tapak, serta patroli. Mulai musim semi 2027, uji coba dengan robot fisik dilakukan langsung di tapak nyata.

Nikkei melaporkan bahwa Shimizu sebelumnya menargetkan pengenalan robot humanoid secara lebih luas, termasuk pekerjaan finishing, sekitar tahun fiskal 2030. Investasi di Noble Machines menjadi langkah untuk mempercepat pengembangan yang lebih spesifik bagi kebutuhan konstruksi. Jumlah investasi tidak diungkapkan.

Langkah ini berakar pada kekurangan tenaga kerja di Jepang. Data kementerian setempat menunjukkan jumlah pekerja terampil konstruksi turun menjadi sekitar 2,99 juta pada 2025, atau 24 persen lebih rendah dibanding dua dekade sebelumnya. Pada April–Mei 2026, Shimizu sudah menguji humanoid dari Unitree untuk patroli otonom di proyek Torch Tower di Tokyo.

Relevansi bagi Proyek Indonesia

Di Indonesia, kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikat tetap menjadi perhatian. Sertifikat Kompetensi Kerja dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi wajib dimiliki untuk memenuhi syarat badan usaha dan tender proyek pemerintah. Di Ibu Kota Nusantara, jumlah pekerja konstruksi berfluktuasi. Sempat mencapai sekitar 27.000 pada 2024, lalu turun menjadi sekitar 7.800 pada Oktober 2025, dan diproyeksikan naik lagi untuk fase berikutnya.

Wei Ding, pendiri dan direktur utama Noble Machines, menyatakan dalam pengumuman Maret 2026 bahwa misi perusahaannya adalah menangani tugas industri yang berbahaya dan menuntut fisik. “Kami mempercepat transformasi ini, membuat industri lebih aman, lebih efisien, dan lebih tangguh,” ujarnya seperti dikutip The Robot Report.

Shimizu menempatkan kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Robot humanoid yang dikembangkan bersama Noble Machines diharapkan bisa diintegrasikan secara bertahap setelah melewati simulasi dan uji lapangan. Bagi kontraktor yang menghadapi kesulitan mencari operator bersertifikat untuk tugas berisiko, teknologi semacam ini menjadi salah satu pilihan yang mulai diuji di negara dengan tekanan tenaga kerja serupa.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.