4 November 2026

Indeks Kepercayaan Industri Oktober Menguat ke 53,77

Pesanan dan produksi mendorong manufaktur nasional ke level tertinggi sejak Februari, meski persediaan masih tertinggal.

S Sagara Pengelola Rubrik
30 Oktober 2026, 12:03 WIB 2 menit baca 42 pembaca
Indeks Kepercayaan Industri Oktober Menguat ke 53,77
Aktivitas produksi di industri kertas nasional yang kembali memasuki zona ekspansi pada Oktober 2026. (Ilustrasi AI Generate)

Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 mencapai 53,77. Angka itu naik 1,84 poin dari September dan menjadi yang tertinggi sejak Februari tahun ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (29/10). Ia menyebut sektor industri pengolahan berada pada posisi ekspansi yang kuat.

“IKI Oktober 2026 tercatat di 53,77 poin. Angka ini menunjukkan bahwa sektor industri ada pada posisi ekspansi yang kuat. Ini juga merupakan nilai IKI tertinggi sejak Februari 2026,” ujar Eko.

Kenaikan terutama ditopang variabel pesanan baru yang melonjak 2,68 poin menjadi 56,08. Variabel produksi ikut naik 1,60 poin menjadi 55,38. Sementara itu, indeks persediaan hanya naik tipis 0,15 poin menjadi 45,60 dan masih berada di zona kontraksi selama lima bulan berturut-turut.

Dari 23 subsektor yang dianalisis, 19 berada di zona ekspansi dan menyumbang 94,4 persen terhadap produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2026. Empat subsektor lainnya masih terkontraksi: kayu dan gabus, pencetakan, karet dan plastik, serta furnitur.

Momen Hari Besar Menjadi Penopang

Optimisme pelaku usaha terhadap prospek enam bulan ke depan tetap di angka 67,4 persen. Porsi yang pesimis turun menjadi 5,5 persen. Sebanyak 80,4 persen responden melaporkan kegiatan usaha membaik atau stabil.

Eko menyebut momentum Natal dan Tahun Baru serta Ramadan 2027 menjadi peluang bagi pelaku industri meningkatkan utilisasi. “Pelaku usaha melihat situasi ini merupakan peluang yang bisa meningkatkan utilisasi mereka,” katanya.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria menjelaskan industri makanan mencatat IKI tertinggi sepanjang 2026. Penguatan didorong kenaikan pesanan domestik maupun ekspor.

“Untuk komponen pesanan baru, permintaan didukung oleh strategi yang disiapkan oleh pelaku industri dalam menyambut panjangnya periode hari besar keagamaan,” ujar Merrijantij.

Kendala logistik masih memengaruhi pengiriman dan menekan persediaan di sejumlah subsektor. Industri kertas kembali masuk zona ekspansi setelah terkontraksi pada September, seiring permintaan kemasan menjelang akhir tahun.

Empat subsektor yang masih terkontraksi menghadapi pelemahan pesanan ekspor, gangguan bahan baku, kenaikan biaya produksi, dan ketidakpastian permintaan global. Kondisi itu menunjukkan ekspansi belum merata meski secara keseluruhan aktivitas manufaktur menguat.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.