21 September 2026

Kenapa Robot Las dan Cat Masih Cuma Pameran?

Di Singapura robot sudah mengelas dan mengecat. Di tapak kita masih jarang, apa yang sebenarnya dipamerkan besok?

HS Heru ST Pengelola Rubrik
1 September 2026, 11:13 WIB 4 menit baca 131 pembaca
Kenapa Robot Las dan Cat Masih Cuma Pameran?
Robot lengan mengerjakan area tulangan dan robot pengangkut material di lantai pameran BEX Asia 2026, Marina Bay Sands, Singapura, 2–4 September 2026. (Highways Today)

Pintu pameran dibuka, tapi yang dijual bukan robot manusia

Besok, 2 September 2026, BEX Asia 2026 membuka pintu di Marina Bay Sands, Singapura. Ini edisi ke-18 pameran lingkungan binaan ASEAN yang menjadi jangkar International Built Environment Week.

Tema pekan itu berbunyi “Empowering People, Accelerating Intelligence”. Artinya sederhana: orang tetap memegang kendali, mesin mempercepat kerja.

Highways Today mencatat lebih dari 200 merek. Direktori lain menyebut kisaran 248 sampai 250 merek, dengan target sekitar 10.000 pengunjung. Sekitar 35 persen merek datang dari luar negeri.

Yang baru di lantai pameran ialah Pavilion Build with AI dan Zona Demo Build with Robotics. Di situlah editor perlu membedakan dua hal yang sering dicampuradukkan: kecerdasan buatan di meja tender, dan robot di tapak basah.

Angka 60 persen terdengar hebat, tetapi belum terhitung di lantai

Penyelenggara memperkirakan sekitar 60 persen ekshibitor membawa produk yang melibatkan kecerdasan buatan. Cakupan itu luas: model informasi bangunan atau BIM (gambar dan data proyek yang saling terhubung), tender, kontrak, inspeksi, pantauan progres, hingga pengelolaan gedung.

Angka itu belum melalui audit booth demi booth. Artikel Highways Today soal IBEW, 27 Agustus 2026, bahkan mencatat direktori saat itu baru 174 ekshibitor: 47 berfitur AI dan 11 di robotik konstruksi.

Framing yang aman: pameran ini memang menggeser perhatian ke teknologi yang sudah bisa dipakai. Klaim 60 persen belum boleh menjadi fakta di judul berita.

RX Singapore menempatkan tekanan industri sebagai alasan, bukan sekadar tren stan. Managing Director Yeow Hui Leng, dikutip 26 Agustus 2026, mengatakan perusahaan di Singapura dan kawasan menghadapi desakan menyelesaikan proyek lebih efisien, menaikkan produktivitas, dan memenuhi target keberlanjutan.

Yang dipamerkan mengerjakan satu pekerjaan, bukan seluruh rumah

Daftar tugas robot di pameran selaras dengan program Otoritas Bangunan dan Konstruksi Singapura (BCA). Mesin itu mengelas, mengikat tulangan, meratakan beton, mengecat, memasang tegel, menggerinda, mengebor jangkar, menandai jalan, dan mengangkut material.

Itu pekerjaan sempit yang berulang. Bukan robot berbentuk manusia yang masih uji di laboratorium.

Halaman robotik BCA per 16 Juli 2026 mencatat lebih dari 20 solusi siap pakai, lebih dari 50 proyek, dan 40 pelaku awal. The Straits Times pada Juli 2026 menajamkan gambarannya: lebih dari 25 jenis robot di sekitar 60 proyek, dari hampir nol pada 2022.

Penetrasinya tetap tipis. Koran itu memperkirakan baru sekitar 5 persen proyek konstruksi berskala besar. JTC mewajibkan robot di tender sejak akhir 2025. Enam belas dari 31 proyek rumah BTO HDB yang ditender sejak 2025 merencanakan solusi robotik.

Grant Produktivitas Lingkungan Binaan yang berlaku April 2026 sampai Maret 2031 memperluas bantuan ke peralatan maju, termasuk robot. Pemerintah, dikutip dari pernyataan Januari, menyebut potensi hemat tenaga hingga 50 persen per jenis pekerjaan. Hasil nyata tetap bergantung pada tapak.

Permintaan konstruksi Singapura 2026 diproyeksikan BCA sebesar S$47–53 miliar. Changi Terminal 5, perluasan Marina Bay Sands, rumah sakit Tengah, dan perpanjangan rel menjadi penopang angka itu. Tekanan tenaga kerja asing, bukan dekorasi pameran, yang mendorong kebijakan.

Filter untuk upah dan iklim Indonesia belum ada di stan berpendingin

AI di tender dan BIM sudah ramai di kantor. Robot lapangan masih jarang, bahkan di negara yang memberi grant dan kotak pasir uji.

Chief Advisory Officer IDA Technology, Cheong Wan Ying, mengingatkan masalah utamanya bukan kekurangan teknologi. Masalahnya ialah data proyek yang hilang saat berpindah dari desain ke pembangunan dan operasi.

Group Director Produktivitas dan Mutu Konstruksi BCA, Adeline Loo, kepada The Straits Times pada Juli 2026, mencatat robot cat pertama di Singapura membutuhkan penyesuaian lokal. Penyesuaian itu memakan waktu dan biaya. Kontraktor kadang kembali ke tenaga kerja.

Empat pertanyaan uji tetap relevan untuk pembaca Indonesia. Apakah mesin itu mengganti pekerjaan mahal dan berbahaya, atau pekerjaan yang di sini masih jauh lebih murah dengan upah harian? Apakah ia membutuhkan lantai rata, ruang berpendingin, lift yang siap dilalui mesin, dan data BIM yang rapi?

Model bisnisnya juga belum otomatis cocok. HDB merakit skema sewa dan beli bersama enam pemasok robot cat agar biaya tidak menumpuk di kontraktor. Siapa yang menanggung kegagalan di tapak tropis basah: vendor, kontraktor utama, atau pemilik proyek?

BEX Asia 2026 berlangsung 2–3 September pukul 10.00–18.00 dan 4 September pukul 10.00–17.00 di Hall A dan B, Level 1. Tiket gratis jika daftar lebih dulu; di lokasi S$20. Usia di bawah 18 tahun tidak masuk.

Pameran ini layak dibaca sebagai daftar belanja yang bisa diuji, bukan parade konsep. Setelah pintu benar-benar terbuka, yang masih harus dicek ialah daftar ekshibitor final, stan mana yang mendemonstrasikan robot hidup, dan harga sewa untuk pasar ASEAN.

Kalau mesin itu sudah mengelas dan mengecat di hall berpendingin Singapura, pekerjaan mana di tapak Indonesia yang pantas kita uji lebih dulu?***

BAGIKAN:
HS

Heru ST

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.