6 November 2026

Kenapa Rumah Kini Bisa Dibangun Tanpa Plester dan Spesi?

Bata saling mengunci seperti Lego, klaim tahan gempa KDS D, dan siap dukung 3 juta rumah. Mungkinkah prosesnya secepat itu?

S Sagara Pengelola Rubrik
27 Agustus 2026, 12:28 WIB 2 menit baca 220 pembaca
Kenapa Rumah Kini Bisa Dibangun Tanpa Plester dan Spesi?
Pekerja merakit Bata Interlock Presisi SIG di proyek hunian. Sistem saling mengunci ini diklaim mempercepat dinding tanpa plester dan acian. (Ilustrasi AI Generate)

SIG membawa inovasi yang terdengar hampir terlalu praktis ke Danantara Housing Expo 2026. Bata yang saling mengunci, tanpa perlu direndam, tanpa bekisting, tanpa spesi di setiap lapisan, bahkan tanpa plester dan acian.

Produk turunan semen hijau ini mereka sebut Bata Interlock Presisi. Mekanismenya mirip Lego: tiap balok mengunci satu sama lain dengan presisi tinggi. Hasilnya, dinding berdiri lebih cepat dan tampilan tetap modern.

Sudah Dicoba di IKN dan Huntap Pascabencana

Inovasi ini bukan sekadar konsep. Rumah contoh tipe 36 sudah berdiri di Ibu Kota Nusantara sejak Agustus 2024. Versi tipe 36 dan 57 juga ada di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Awal 2026, SIG mengirim 36.000 bata interlock ke Kampung Talang, Padang, untuk hunian tetap korban bencana. Kapasitas produksi PT Semen Padang disebut mampu menyuplai hingga 120 unit rumah tipe 36 per bulan.

Danantara Housing Expo yang digelar 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2 menjadi panggung berikutnya. Acara ini mempertemukan BUMN properti, bank Himbara, dan pengembang. Tujuannya memperluas akses hunian dengan skema DP mulai 1 persen dan bunga KPR mulai 2,75 persen.

Klaim yang Membuat Proses Terasa Lebih Ringan

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menyampaikan, pada 24 Agustus 2026, bahwa pembangunan hunian kini tidak lagi hanya soal fungsi. Kecepatan dan keberlanjutan menjadi sama pentingnya.

Ia menjelaskan, Bata Interlock Presisi menghilangkan beberapa tahap yang biasa memakan waktu. Tidak ada perendaman bata. Tidak ada kotak cetak atau bekisting. Tidak ada spesi di setiap lapisan. Tidak ada plester dan acian.

Selain lebih cepat, bata ini diklaim mampu melepaskan panas yang terperangkap sehingga ruangan terasa lebih sejuk. Yang paling menarik, ketahanannya terhadap gempa sudah diuji untuk wilayah seismisitas tinggi atau KDS D melalui Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung.

“Bata Interlock Presisi juga teruji ramah gempa, sehingga sangat cocok diaplikasikan dalam pembangunan rumah di wilayah rawan bencana atau menjadi solusi percepatan pembangunan kembali rumah masyarakat terdampak bencana,” kata Vita Mahreyni, dikutip ANTARA dan Merdeka.com.

Solusi Lengkap dari Struktur hingga Lantai

Di booth SIG Total Building Solution, mereka tidak hanya memamerkan bata. Ada beton berpori ThruCrete yang menyerap air dengan baik, beton instan PakCrete, genteng beton interlock anti UV, hingga rangkaian mortar untuk perekat dan finishing.

Semua produk ini diposisikan sebagai kontribusi nyata mendukung target 3 juta rumah. Material lokal dengan kandungan dalam negeri tinggi dan emisi lebih rendah menjadi nilai tambah di era yang semakin menuntut keberlanjutan.

Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat inovasi ini bisa naik skala dan benar-benar mengubah cara rumah dibangun di berbagai daerah?***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.