Obayashi Tuntaskan Uji Enam Teknologi Otomasi Perisai
Obayashi selesai uji enam teknologi otomasi perisai dan target hemat tenaga 40–50 persen, sementara MRT Jakarta masih pakai TBM konvensional.
Obayashi Corporation menyelesaikan pengujian lapangan individu terhadap enam teknologi yang menyusun sistem otomasi perisai OGENTS di sepuluh lokasi proyek di Jepang. Pengujian itu mencakup pengukuran otomatis, pengemudian otomatis, pengangkutan tanah, injeksi, otomasi peralatan, serta perakitan segmen.
Perusahaan memperkirakan penerapan penuh keenam teknologi tersebut dapat menekan kebutuhan tenaga kerja sebesar 40–50 persen dibandingkan metode konvensional. Angka itu diperoleh dari perhitungan berdasarkan hasil uji individu yang telah dijalankan sejak Maret 2021.
“Enam teknologi penyusun OGENTS telah selesai diuji secara individu di 10 lokasi. Jika diterapkan secara penuh, sistem ini berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja sebesar 40–50 persen dibanding metode konvensional,” kata Sato Toshimi, Direktur Utama Obayashi Corporation, dalam siaran pers resmi perusahaan yang dirilis pada 19 Oktober 2026.
Uji individu tersebut juga menunjukkan perbaikan pada stabilitas muka galian, ketepatan alinyemen terowongan, serta penurunan risiko kerusakan segmen. Obayashi menargetkan integrasi penuh keenam teknologi dalam satu proyek pada akhir 2027, sebagaimana tercantum dalam siaran pers yang sama.
Di Indonesia, pembangunan terowongan MRT Jakarta Fase 2A masih menggunakan mesin bor terowongan konvensional. Terowongan arah utara sepanjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Kota baru tersambung, dengan progres fisik mencapai 61,8 persen per 25 Juni 2026.
“Pembangunan terowongan Fase 2A dikerjakan menggunakan tiga mesin bor yang terbagi dalam tiga paket konstruksi,” ujar Weni Maulina, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, dikutip Beritasatu pada 9 Juli 2026.
Kedalaman terowongan di titik tertentu mencapai 28 meter, sehingga masih memerlukan kru pengukuran, perakitan segmen, dan pengawasan penuh. Kondisi itu berbeda dengan pendekatan otomasi yang tengah dikembangkan Obayashi untuk menekan jumlah personel di zona berbahaya.
Integrasi penuh OGENTS pada 2027 diharapkan menjadi acuan bagi kontraktor terowongan yang menghadapi tekanan biaya tenaga kerja dan risiko keterlambatan. Penerapan serupa di proyek dalam negeri masih bergantung pada kesiapan regulasi dan ketersediaan peralatan.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.