PGN Salurkan Biometana Limbah Sawit Musi Rawas
Limbah kolam sawit di Musi Rawas Utara dijanjikan naik ke jaringan pipa gas. Pabriknya baru diletakkan batunya, nilai investasinya belum dibuka.
Limbah cair pabrik kelapa sawit di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, mulai disiapkan masuk jaringan pipa gas negara. Peletakan batu pertama pabrik biometana dilakukan Senin, 5 Oktober 2026.
Pembangunan digarap PT Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk hadir di acara itu, lalu sehari kemudian mengunci perannya sebagai pembeli utama sekaligus pengangkut.
Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman, dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026, menyebut fasilitas ini mengolah limbah organik kelapa sawit. Sasarannya sekitar 150.000 juta British thermal unit per tahun.
Angka itu, menurut konversi Toyota Tsusho, setara kira-kira 2.900 ton gas alam cair. Skalanya masih uji model, belum penambah pasokan yang menggeser neraca gas nasional.
Dari kolam limbah ke pabrik di Jawa
Gas yang dihasilkan PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia akan disalurkan lewat pipa PGN. Pembelinya mencakup PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain, terutama manufaktur di Jawa Barat.
KTBI adalah perusahaan patungan yang berdiri September 2026. PT KIS Biofuels Indonesia memegang 51 persen, PT Toyota Tsusho Indonesia 49 persen. Kantornya di Jakarta Selatan, bukan di lokasi pabrik.
Rilis Toyota Tsusho pada 5 Oktober 2026 menargetkan operasi komersial pada 2027. Bahan bakunya limbah cair pabrik kelapa sawit di sebuah pabrik di Sumatera Selatan. Nama pabrik pemasok tidak disebut.
Fajriyah menempatkan proyek ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman PGN dan Toyota Tsusho Indonesia pada 2022. Rilis Toyota Tsusho menyebut nota komersialisasi biometana yang diteken pada pertemuan pemimpin Masyarakat Emisi Nol Asia pertama pada 2023.
Dua tahun itu belum disatukan para pihak. Nilai investasi, jadwal rinci di luar target 2027, dan titik sambung pipa juga belum diumumkan.
PGN menyebut infrastruktur gas bumi yang sudah ada bisa dipakai dengan ubahan yang minim. Metana yang semula lepas dari kolam limbah ditangkap, lalu gas fosil di pabrik pengguna diganti biometana.
Langkah itu, kata PGN, menopang kontribusi yang ditentukan secara nasional dan target netral karbon 2060. KTBI juga akan mengurus sertifikasi keberlanjutan internasional agar atribut lingkungan gas itu bisa diukur.
Bukan pabrik biometana pertama
Klaim “pertama” perlu dipersempit. PGN menyebut ini inisiatif pertama yang memproduksi biometana di Sumatera, wilayah yang padat pabrik sawit.
Toyota Tsusho menambahkan, ini proyek pertama yang mengirim biometana dari Sumatera ke pelanggan di Jawa lewat pipa. Bukan pabrik biometana komersial pertama di Indonesia.
KIS Group sudah lebih dari 90 proyek biogas di lebih dari 20 negara. Toyota Tsusho menyebut KIS Biofuels Indonesia pihak pertama yang berhasil menjual biometana secara komersial di dalam negeri.
Pada 6 Februari 2026, KIS dan PT SMART Tbk meletakkan batu pertama pabrik gas alam terkompresi hayati di Pabrik Kelapa Sawit Padang Halaban, Labuhan Batu Utara. Sasarannya sekitar 127.000 juta British thermal unit per tahun, operasi kuartal pertama 2027, pembelinya Unilever Oleochemical Indonesia, angkutannya dengan truk.
Hingga berita ini ditulis, bupati Musi Rawas Utara, pemerintah provinsi, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum memberi tanggapan khusus. Tidak ada kutipan bernama dari direksi Toyota Tsusho, KIS, atau Toyota Motor Manufacturing Indonesia di luar rilis korporat.
Fajriyah menutup dengan harapan model ini tidak berhenti di satu kabupaten. “Ketika biometana ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya,” katanya.***
Artikel Terkait
Diskusi Praktisi (0)
Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.