4 November 2026

Robot Pengeboran DALE Masuk Daftar Inovasi Terbaik TIME

Di luar negeri, robot pengeboran DALE baru saja diakui TIME karena memangkas ratusan minggu jadwal pusat data. Di Jawa Barat, proyek 640 megawatt justru terhenti karena izin belum lengkap.

S Sagara Pengelola Rubrik
19 Oktober 2026, 11:57 WIB 3 menit baca 157 pembaca
Robot Pengeboran DALE Masuk Daftar Inovasi Terbaik TIME
Robot pengeboran DALE beroperasi secara berarmada di lantai beton proyek pusat data. (Doc by: August Robotics)

Lantai beton di lokasi pembangunan pusat data biasanya menjadi medan kerja yang berisik dan berdebu. Pekerja harus mengebor ribuan lubang untuk penyangga rak server serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan. Pekerjaan itu repetitif, lambat, dan berisiko.

Kini, mesin bernama DALE mengambil alih sebagian besar tugas itu. Robot pengeboran ke bawah yang mampu beroperasi berarmada ini dikembangkan bersama oleh DEWALT dan August Robotics. Pada 16 Oktober 2026, TIME memasukkan DALE ke dalam daftar Best Inventions of 2026 kategori Robotika. Editor majalah itu memilih 300 inovasi berdasarkan keaslian, efektivitas, ambisi, dan dampaknya.

Hingga saat ini, di lokasi proyek nyata, DALE telah mengebor lebih dari 385 ribu lubang dengan akurasi di atas 99 persen. Kecepatannya mencapai sepuluh kali metode konvensional. Secara kumulatif, robot itu memangkas lebih dari 300 minggu dari jadwal di 44 fase pembangunan pusat data.

Bill Beck, Presiden Divisi Alat dan Peralatan Luar Ruangan Stanley Black & Decker, menyatakan penghargaan itu menegaskan arah inovasi perusahaan. “DALE adalah contoh bagaimana teknologi canggih dapat diterapkan secara praktis dan berorientasi hasil. Ini soal membawa kemampuan baru ke lokasi proyek serta membantu pelanggan memenuhi permintaan yang meningkat dengan produktivitas lebih tinggi dan keselamatan lebih baik,” kata Beck dalam rilis 16 Oktober 2026.

Alex Wyatt, Chief Executive Officer August Robotics, menambahkan bahwa pengakuan ganda dari Fast Company dan TIME dalam sebulan yang sama menandai transisi dari uji coba ke operasi skala nyata. “Proyek selesai lebih cepat, kru bekerja lebih aman, dan kualitas pekerjaan meningkat,” ujarnya di situs perusahaan pada hari yang sama.

Pemangkasan Jadwal di Luar Negeri, Hambatan Izin di Dalam Negeri

Di Indonesia, permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan juga melonjak. BDx Data Centers memulai peletakan batu pertama AI Campus 2 atau CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta, pada 22 September 2026. Kawasan itu dirancang berkapasitas 640 megawatt dengan enam gedung. Gedung pertama menargetkan 120 megawatt kapasitas teknologi informasi, dan fase awalnya diharapkan beroperasi awal 2027. Fasilitas memakai pendinginan cair langsung ke cip yang mampu menopang hingga 500 kilowatt per rak. Pasokan listrik sebesar 845 megavolt-ampere telah diamankan dari PLN.

Mayank Srivastava, Chief Executive Officer BDx Data Centers, menyebut kawasan itu sebagai investasi jangka panjang untuk ekosistem kecerdasan buatan di Jawa Barat. “Kapasitas berdensitas tinggi yang dapat diskalakan dibangun untuk membawa beban kerja kecerdasan buatan tingkat lanjut ke tahap produksi lebih cepat,” katanya pada hari peletakan batu pertama.

Namun, beberapa hari kemudian proyek terhenti. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan penghentian sementara karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan Persetujuan Bangunan Gedung belum lengkap. “PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” ujar Dedi dalam keterangan yang dikutip sejumlah media awal Oktober 2026.

Ia menekankan bahwa setiap investasi tetap harus mematuhi aturan, termasuk jaminan bahwa pasokan air bagi warga dan petani di sekitar Bendungan Jatiluhur tidak terganggu. BDx menegaskan tetap menargetkan fase pertama beroperasi awal 2027, asalkan persetujuan tersebut selesai.

Menurut data DC Atlas per 19 Oktober 2026, Indonesia memiliki sekitar 1.913 megawatt kapasitas pusat data yang sedang dibangun. Angka itu menunjukkan skala kebutuhan infrastruktur digital yang terus tumbuh. Di tengah tekanan jadwal global, otomasi pengeboran seperti DALE menawarkan satu jawaban teknis. Di dalam negeri, jawaban itu masih harus melewati pintu perizinan lingkungan dan bangunan sebelum bisa diuji di lapangan.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.