6 November 2026

Rumput yang Lebih Kuat dari Kayu Jati, Sudah Jadi Gedung 7 Lantai?

Bambu dihancurkan jadi serat, dicampur resin, lalu dipress. Hasilnya material yang kekuatannya mengalahkan banyak hardwood dan sudah dipakai di bangunan bertingkat.

S Sagara Pengelola Rubrik
16 Agustus 2026, 12:58 WIB 2 menit baca 223 pembaca
Rumput yang Lebih Kuat dari Kayu Jati, Sudah Jadi Gedung 7 Lantai?
Ninghai Bamboo Tower di Zhejiang, China bangunan tujuh lantai pertama di dunia yang menggunakan engineered bamboo sebagai struktur utama. (Ilustrasi AI Generate)

Bambu sering dianggap material ringan untuk pagar atau perabotan. Ironisnya, di China material ini sudah diubah menjadi struktur utama gedung tujuh lantai dan jembatan yang dilalui truk.

Prosesnya sederhana tapi revolusioner. Batang bambu dihancurkan sepanjang seratnya (proses yang disebut fibrilasi), diresapi resin, lalu dipress panas bertekanan tinggi. Hasilnya material padat bernama bamboo scrimber atau glubam yang sifatnya homogen dan jauh lebih kuat.

Dari Rumput Jadi Material Struktural

Kekuatan tekan sejajar serat bisa mencapai 160 megapascal atau lebih. Kekuatan lenturnya bahkan bisa di atas 300 megapascal. Angka itu sering melebihi banyak jenis kayu keras yang biasa dipakai konstruksi, sebagaimana dilaporkan dalam liputan teknis terbaru.

Densitasnya tinggi, antara 850 hingga 1.300 kilogram per meter kubik. Material ini lebih tahan gores dan lebih stabil dibanding bambu utuh yang masih berongga.

Gedung 7 Lantai yang Sudah Berdiri

Di Ninghai, Zhejiang, berdiri Ninghai Bamboo Tower. Bangunan setinggi 20,3 meter dengan enam lantai utama plus loft. Rangka utamanya memakai glubam dan lantai dari cross-laminated bamboo-timber.

Perakitannya modular. Setiap dua lantai bisa diselesaikan dalam sekitar tiga hari. Proyek ini dipimpin Yan Xiao dari Zhejiang University dan menjadi platform riset jangka panjang untuk menguji kinerja bambu di bawah beban gempa dan angin.

Bukan hanya gedung. Di Provinsi Hunan, jembatan dari material yang sama mampu dilalui kendaraan berat. Panel engineered bamboo juga dipasang di platform Hong Kong-Zhuhai-Macau Bridge dan tetap kokoh setelah enam tahun menghadapi topan serta korosi air laut.

Apa Artinya buat Indonesia?

Indonesia punya stok bambu yang sangat besar. Jika teknologi fibrilasi dan press ini bisa diadaptasi, rumput yang selama ini dianggap “mainan” bisa menjadi pilihan serius untuk rumah bertingkat rendah hingga menengah.

Tantangannya ada di biaya produksi dan standarisasi. Tapi fakta di lapangan sudah jelas: material ini bukan lagi eksperimen laboratorium.

Kalau bambu lokal kita diolah dengan cara yang sama, seberapa jauh kita bisa mengurangi ketergantungan pada kayu keras dan beton?***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.