4 November 2026

Tol Semarang-Demak Hampir Rampung, Tanggul Laut Mulai Menahan Rob

Jalan tol yang sekaligus jadi tanggul laut di pesisir Semarang-Demak sudah menembus hampir 80 persen. Warga rob dan pengguna jalur Pantura berpeluang merasakan manfaatnya lebih cepat.

S Sagara Pengelola Rubrik
27 Oktober 2026, 12:39 WIB 2 menit baca 157 pembaca
Tol Semarang-Demak Hampir Rampung, Tanggul Laut Mulai Menahan Rob
Foto udara proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1 di Semarang, 27 Oktober 2026. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres fisik kumulatif Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung mencapai 79,42 persen hingga 22 Oktober 2026. Angka itu terbagi dalam tiga paket pekerjaan yang berjalan paralel.

Paket 1A sudah mencapai 97,49 persen. Paket ini mencakup Jembatan Kaligawe, jalan layang, dan fasilitas pendukung, serta hampir selesai sepenuhnya. Paket 1B yang berupa tanggul laut plus jalur utama sepanjang 6,73 kilometer berada di angka 75,22 persen. Sementara Paket 1C yang menangani kolam retensi dan sistem pompa mencatat 75,68 persen.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan proyek masih sesuai rencana. “Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026). Ia menargetkan konstruksi rampung akhir 2027 dan diupayakan bisa difungsionalkan saat Nataru 2027.

Tanggul Laut Mulai Menahan Rob

Struktur di kawasan Sayung sudah mulai membantu mereduksi dampak banjir rob yang selama ini menerjang pesisir Demak dan Semarang. Dody menjelaskan karakter tanah pesisir utara Jawa memaksa proses konsolidasi dan pemampatan lahan sempurna sebelum struktur utama dikerjakan. Masa tunggu konsolidasi pada Paket 1B direncanakan total 425 hari.

PPK Pengawasan Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Prasetyo Arief menambahkan, seluruh konstruksi elevated di Paket 1A sudah selesai dan tersambung sampai P19 dengan Paket 1B. “Untuk 1A, progresnya sudah memasuki tahap akhir,” ujarnya.

Proyek ini tidak hanya menambah konektivitas di jalur Pantura. Kehadirannya juga diharapkan memperlancar arus kendaraan dan efisiensi distribusi barang di kawasan Semarang-Demak. Kolam retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Sriwulan 28 hektare menjadi penunjang sistem pengendalian air.

Sementara peletakan batu pertama Giant Sea Wall berbasis alam direncanakan di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, pada sekitar pertengahan Oktober 2026, struktur keras Tol Semarang-Demak Seksi 1 sudah mendekati 80 persen. Kedua pendekatan itu berjalan paralel dalam perlindungan pesisir.

Dody menekankan kualitas tetap prioritas. “Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna,” katanya.

Hingga kini, belum ada masalah berarti yang dilaporkan. Dukungan pemerintah daerah, penyedia jasa lokal maupun luar, serta masyarakat sekitar disebut menjaga momentum pekerjaan di tanah lunak pesisir.***

BAGIKAN:
S

Sagara

Pengelola Rubrik

Ahl IT dan olah data.

Artikel Terkait

Diskusi Praktisi (0)

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman lapangan.

Tinggalkan Komentar

Tidak ditampilkan publik.